Dewan Lotim Dikejutkan dengan Surat DPC Gerindra

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rapat paripurna II masa sidang I DPRD Kabupaten Lombok Timur dalam rangka penetapan Tata Tertib (Tatib) Dewan yang digelar Senin (2/9), sempat dibuat terkejut saat pembacaan surat masuk oleh Sekretaris Dewan (Sekwan), Lalu Dami Ahyani.

Murnan.

Pasalnya, dari pantauan Lomboktoday.co.id sebelum sidang memutuskan tentang penetapan Tatip Dewan periode 2019-2024 pimpinan sidang meminta sekretaris membacakan sejumlah surat masuk terkait usulan dari semua partai politik (Parpol) tentang komposisi pimpinan fraksi yang berjumlah 9 fraksi utuh dan 2 fraksi gabungan.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kabupaten Lombok Timur, Murnan dan Wakil Ketua Sementara, H Daeng Paelori beserta seluruh anggota nampak khusuk mendengar 11 surat masuk dari seluruh parpol. Masing-masing parpol mengajukan rekomendasi komposisi pimpinan fraksi dan ada pula parpol yang mengajukan usul penunjukan anggota yang akan duduk pada unsur pimpinan dewan.

Sekwan membaca sejumlah surat hingga tuntas satu persatu. Tapi sejenak pimpinan sidang dan sejumlah anggota terlihat cengang bahkan kedua pimpinan sidang sama-sama menoleh ke sebelang pada posisi duduk sekwan.

Surat yang dibaca terahir itu adalah surat ke-2 DPC Partai Gerindra Lotim. Padahal, di bagian awal sekwan sudah membacakan surat pertama dari partai yang sama. Surat Partai Gerindra yang dibaca pertama berisi bahwa DPC Partai Gerindra merekomendasikan M Badran Achsyid sebagai wakil ketua dewan dan Khairil Anwar sebagai Ketua Fraksi Gerindra. Namun diakhir setelah semua surat habis dibaca lagi terdengar sekwan membacakan surat yang sama yakni dari DPC Gerindra namun isinya berbeda. Pada surat Gerindra yang kedua menyebutkan bahwa Gerindra merekomendasikan saudara H Muh Holdi sebagai wakil ketua dewan sementara.

H Daeng Paelori.

Mendengar ada 2 surat yang sama dari partai yang sama namun berbeda isi sontak mengejutkan suasana sidang. Menyusul intrupsi dari salah seorang anggota fraksi PAN Baidillah. Pria yang akrab disapa Ubed itu mempertanyakan perihal adanya 2 surat yang dibacakan dari Partai Gerindra. ‘’Ini ada 2 usulan dengan nama yang berbeda dari Gerindra dan sama-sama ditandatangani oleh ketua DPC Gerindra Lotim, H Khairul Warisin, lalu yang mana yang sah ini,’’ kata Ubed.

Beruntung situasi sidang dapat dikendalikan oleh wakil ketua sementara, H Daeng Paelori. Dengan kepiawaian H Daeng Paelori yang sudah memiliki jam terbang dalam memimpin sidang menjelaskan bahwa surat ganda dari Gerindra setelah diklarifikasi kepada Sekwan. ‘’Ternyata surat tersebut adalah surat yang pertama masuk dari Gedarira. Surat itu tetanggal 15 Agustus pada saat pengusulan calon pimpinan sementara yang terlanjur dibaca oleh sekwan karena berada dalam satu bendel dengan surat baru,’’ kata H Daeng Paelori sembari menambahkan surat yang sah dari Gerindra adalah surat yang dibaca pertama.

Setelah situasi tenang, sidang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan penetapan Tata Tertib Dewan periode 2019-2024 tertanggal 2 September 2019.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply