Kadis Dikbud Lotim: Tim Sukses Tak Bisa Intervensi Kebijakan

Kepala Dinas Dikbud Lotim, H Moh Zainuddin.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dalam pekan ini Kabupaten Lombok Timur diramaikan dengan isu banyaknya yang mengaku Korcam tim sukses SUKMA yang merasa kecewa atas kebijakan mutasi kepala sekolah untuk tingkat SD dan SMP yang konon ditengarai tidak sesuai dengan pesanan oknum yang mengaku menjadi garda terdepan pasangan Sukiman-Rumaksi (SUKMA) pada Pilkada 2018 lalu.

Dari informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id dari sejumlah sumber menyebutkan, banyak kepala sekolah yang mengaku ikut berjuang untuk SUKMA yang dilengserkan. Ada pula oknum yang konon loby ingin menjadi kepala SD maupun SMP melalui oknum timses namun tidak diakomudir sehingga mereka (oknum timses melayangkan protes yang dialamatkan kepada Kadis Dikbud Lotim).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Dikbud Lotim, H Moh Zainuddin yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/9), dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan penentuan kepala sekolah sama sekali tidak ada kaitanya dengan tim sukses apapun. ‘’Kami mengangkat kepala sekolah secara profesional berdasarkan verifikasi kelayakan bukan atas pesanan pihak manapun termasuk bukan atas pesanan pihak yang menyebut diri tim SUKMA,’’ kata Kadis seraya menambahkan, hal ini ia sedang memperbaiki dunia pendidikan di Lotim, bukan sedang Pilkada.

Zainuddin juga menuturkan, terkait persoalan ini dia dipanggil Bupati Sukiman untuk menjelaskan soal kebijakan mutasi kasek. Namun Kadis katanya memaparkan kepada Bupati Sukiman bahwa pengangkatan kasek ini dilaksanakan secara profesional dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan. ‘’Kalau merasa menjadi tim, tentu akan memberikan kesempatan kepada pimpinan daerah yang dipilihnya untuk berbuat yang terbaik, bukan malah menjerumuskan dengan menggiring kepada kebijakan yang keliru dengan ikut mengintervensi kebijakan,’’ ujarnya.

Kadis tidak menampik bahwa banyak yang mengaku tim sukses mendatanginya hingga ada yang menelpon dirinya dengan motif memesan atau menitip orang-orang tertentu untuk diangkat atau ditetapkan dalam jabatan kasek. Namun olehnya, semua titipan diabaikan dengan tetap mengacu kepada persyaratan standar kelayakan menjadi kasek yakni prestasi, dedikasi dan telah lulus uji calon kepala sekolah (Cakep) dan cakap. Akibatnya, Kadis menuai banyak ancaman dari para pihak yang menelpon atau yang mendatanginya dengan ancaman akan dilaporkan ke Bupati Sukiman.

Atas ancaman itu, Kadis mengaku tidak ciut dengan ancaman itu, bahkan sebaliknya mempersilakan kepada oknum yang mengancam untuk melaporkan dirinya.

Terkait jumlah kasek yang dilantik, 154 kepala SD dan 48 kepala SMP dengan rincian; 45 kepala SD dari kasek lama yang masih berkelayakan dan 30 kasek baru. Selebihnya kepala SD yang kosong. Sedangkan untuk SMP, 15 kasek lama dan 33 kasek baru. Semua yang dilantik dinyatakan lulus verifikasi.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply