Merliza: DPRD Siap Tampung Aspirasi Masyarakat KSB

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza.

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemuda-pemudi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) harus memiliki minat diri dalam memilih dan menentukan masa depannya agar tidak salah langkah.

Untuk mewujudkan hal itu, maka diharapkan semua pemuda-pemudi bisa memunculkan kreatifitasnya sehingga apa yang dicita-citakan bisa terwujud sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza mengatakan, pemuda adalah pemimpin bangsa berikutnya dan potensi-potensi pemuda harus dimunculkan supaya tidak ada pengangguran di Bumi Pariri Lema Bariri.

Menurut anggota dewan perempuan yang baru menjabat ini, mengoptimalkan pemuda dalam pembangunan masyarakat adalah kunci keberhasilan pemerintah daerah.

Diharapkan pula semua pemuda memiliki minat diri yang pasti di bidangnya masing-masing, ketika ada kesempatan mereka bisa memiliki kualitas yang baik dan hasilnya akan memuaskan.

“Saya pikir pemuda kita harus bisa berkarya dan berani membuat keputusan untuk tidak hanya menjadi PNS dan bekerja di tambang. Mereka harus mulai menggali potensi diri untuk menentukan masa depan mereka,” kata Merliza kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/9)

Melihat banyaknya problematika perempuan di KSB, lanjut Merliza, DPRD Kabupaten Sumbawa Barat siap menampung aspirasi perempuan dan anak, terutama bagi masyarakat yang mau mengadukan permasalahannya.

“Kami siap menampung semua aspirasi masyarakat, terutama kepada kaum perempuan. Kita akan membantu semaksimal mungkin dalam mengatasi problematika masyarakat. Kantor dewan ini kan punya rakyat jadi apapun permasalahan masyarakat bisa kita tampung di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di KSB kini tengah menjadi sorotan pihak Pemerintah Daerah dan kepolisian, karena maraknya PETI mengakibatkan kerusakan alam dan ekosistemnya. Pemerintah Daerah terus bersosialisasi kepada pelaku penambang liar serta kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan yang akan merusak lingkungan alam sekitar.

Menanggapi permasalahan ini, Merliza mengatakan sangat setuju dan mendukung apa yang telah dilakukan Pemerintah Daerah serta kepolisian dalam memberantas PETI.

Menurutnya, ada penindakan maka harus ada solusinya, itu yang penting. Setidaknya dengan memberikan relokasi serta memberikan pekerjaan lain akan membantu pelaku PETI untuk meninggalkan kegiatan lamanya.

“Jangan lupa mereka juga manusia yang butuh hidup sejahtera, butuh makan, butuh menyekolahkan anak-anaknya meraih masa depan yang lebih baik. Makanya harus diberikan solusi agar permasalahannya bisa ditindak secara bijak serta tidak menimbulkan konflik baru dalam masyarakat,” kata Merliza.(Ng)

Kirim Komentar

Leave a Reply