Tahun Ini, 30 Ribu Kader Posyandu Terlatih Diberikan Sertifikasi

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memimpin rapat koordinasi.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah gembira dengan adanya 30 ribu kader Posyandu yang sudah terlatih di NTB. Mereka harus segera diberikan sertifikasi.

Dari total 30 ribu kader terlatih, semula yang dianggarkan untuk serifikasi hanya 2.500 kader saja. Namun, Wagub NTB meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk menganggarkan semuanya, sehingga 30 ribu kader Posyandu terlatih diberikan sertifikasi tahun ini.

Hal itu disampaikan kan Wagub NTB yang didampingi Penjabat Sekda NTB, H Iswandi saat memimpin Rapat Koordinasi dengan OPD terkait lingkup Provinsi NTB, tentang program Revitalisasi Posyandu se-NTB, di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Rabu (18/9).

Menurut Wagub, percepatan sertifikasi terhadap kader-kader Posyandu terlatih di NTB, merupakan langkah untuk menyukseskan program revitalisasi Posyandu di seluruh desa dan kelurahan se-NTB. “Saya berharap dengan adanya sertifikasi terhadap kader-kader yang telah terlatih tersebut, program ini akan berjalan dengan baik sesuai yang telah ditargetkan pada tahun 2023,” katanya.

Wagub Rohmi mengatakan, saat ini Posyandu selalu identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Namun dengan adanya program unggulan revitalisasi Posyandu, fungsi dari keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan semakin diperluas dengan fungsi edukasi dan penanganan masalah sosial masyarakat.

Selain itu, Wagub Rohmi juga meminta OPD terkait untuk mengambil perannya masing-masing dalam upaya menyukseskan program strategis tersebut. Dengan memberikan ide-ide terbaik untuk kemajuan Posyandu di NTB.

OPD diminta untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Misalnya dengan menyebarkan konten-konten yang menarik. Konten seperti video-video menarik dan lucu yang mampu membangkitkan minat dan memberikan edukasi. “Sehingga masyarakat gampang memahami terkait apa itu program revitalisasi Posyandu di NTB,” ujarnya.

Wagub Rohmi menjelaskan, langkah itu sangat penting untuk dilakukan. Karena selama ini keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan di NTB, hanya dipahami sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Akan tetapi, dengan program revitalisasi ini, Posyandu akan menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi lansia dan pusat edukasi masyarakat serta penanganan masalah sosial lainnya di tingkat desa.

Wagub Rohmi juga berharap, dengan adanya fungsi edukasi tersebut, Posyandu bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat, baik masalah kesehatan, lingkungan, dan mitigasi bencana. Dengan demikian, maka tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk selalu menjaga kesehatan, memelihara lingkungan dan tanggap bencana akan semakin tinggi.

Selain itu, melalui program revitalisasi Posyandu tersebut, masalah-masalah sosial masyarakat mampu diatasi. Diharapkan dengan langkah strategis ini, maka fungsi dari Posyandu juga akan menjadi pusat ketahanan keluarga dan pengentasan kemiskinan di NTB.

Sementara itu, Penjabat Sekda NTB, H Iswandi menambahkan, pentingnya sinergitas dalam mendukung suksesnya program revitalisasi Posyandu di NTB. Seperti sinergi dari segi dukukungan anggaran antara Pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi.

Selain itu, OPD terkait juga diminta untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam upaya mensukseskan program tersebu. Terutama DPMPD yang memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Desa, untuk mengambil peran strategis dalam memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan SDM aparatur Desa, termasuk Kader Posyandu.

Untuk itu, ia meminta desa untuk selalu melakukan pemutakhiran data, melalui musyawarah desa, sebelum dilakukan input data oleh kabupaten/kota, sebagai acuan di tingkat provinsi dan pusat.

Iswandi berharap, dengan adanya update data di tingkat desa melalui musyawarah desa, sinkronisasi antara data di tingkat kabupaten/kota dan provinsi berjalan dengan baik.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply