Korupsi Dana Desa, Kades Belo Diancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Berkas perkara dan barang bukti buku rekening tabungan yang dibuat tersangka dalam aksinya.

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Satu lagi Kepala Desa ditangkap dan masuk bui terkait kasus korupsi pengelolaan dana desa (DD). Ada enam lagi daftar nama kades yang sudah dikantongi pihak Polres Sumbawa Barat. Di mana, satu sudah disidik, empat dalam lidik, sedangkan satu lagi masih dalam proses.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa dalam jumpa pers Senin (23/9), di Polres Sumbawa Barat menyampaikan kepada media bahwa, ini adalah contoh bagi kepala desa yang menggunakan anggaran dana desa (DD) untuk pribadi. Padahal, penggunaan anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat. Sehingga hal ini jelas melanggar hukum.

parat penegak hukum (APH) tidak segan-segan akan melakukan penindakan terkait kasus korupsi pengelolaan DD. Kasus ini buat contoh bagi kades di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) agar menggunakan DD dengan sebenar-benanya, dan jangan ada kecurangan.

Kasus ini sendiri dilakukan penyelidikan sejak Desember 2018 lalu, berdasarkan PKKN Auditor Inspektorat Provinsi NTB No.700/12X/ITSUS-INSP/2019, Tanggal 13 September 2019.

Penangkapan Tersangka inisial MR oleh Unit Penindakan Tindak Pidana Korupsi terjadi pada Tangal 21 September 2019 di wilayah Kecamatan Taliwang tanpa perlawanan dan selanjutnya tersangka MR digelandang ke Rutan Polres Sumbawa Barat.

‘’Tersanka MR melakukan tindak pidana korupsi dana desa yang merugikan negara sebesar Rp524.707.803.00 (lima ratus dua puluh empat juta tujuh ratus tujuh ribu delapan ratus tiga rupiah).

Akibat perbuatannya itu, tersangka MR terancam hukuman kurungan 20 tahun penjara. Pasal yang dilanggar adalah pasal 2 ayat (1) jo pasal (3) jo pasal 18 ayat (1) sub a, b ayat (2) Undang-Undang No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat (4) tahun  dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(Ng)

Kirim Komentar

Leave a Reply