Soal Sembalun, Pemprov NTB dan Pemkab Lotim Tak Lagi Berseteru

 

Suasana rapat koordinasi membahas penanganan konflik destinasi wisata Sembalun di Aula Kantor Dinas Pariwisata Lotim, Selasa (24/9).

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah sekian lama terjadi perseteruan antara Dinas Pariwisata NTB dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim atas klaim pengelolaan destinasi wisata Sembalun, kini telah sepakat untuk mengahiri perseteruan.

Sebelumnya, sudah sekian lama destinasi wisata tersebut terjadi dualisme pengelola. Dan kini konflik tersebut klir setelah Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyatakan menyerahkan pengelolaannya kepada Pemkab Lombok Timur, melalui surat tertanggal 24 Juni 2019, nomor: 522/192/LHK/2019. Dengan demikian, maka pengelolaanya menjadi tanggung jawab dan wewenang Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim.

Menyikapi dan menindaklanjuti surat yang ditandatangani Gubernur NTB tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Lotim, HM Moegni, Selasa (24/9), di Aula Dispar Lotim menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan dinas/instansi terkait dan melibatkan Camat Sembalun, Camat Wanasaba dan perwakilan masyarakat.

Dari keterangan pers yang dikirim Kabid Promosi Dispar Lotim, Muhir melalui WhatsApp kepada Lomboktoday.co.id menjelaskan, rapat koordinasi ini dilakukan guna meminimalisir dan mencegah terjadinya konflik horizontal, yakni konflik antara masyarakat Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba dan masyarakat Kecamatan Sembalun.

Di mana, dari keterangkan masing-masing di kedua kecamatan itu saling mengklaim memiliki hak atas pengelolaan Destinasi Wisata Pusuk. Sehingga melalui kesempatan rapat koordinasi, Kadispar Lotim meminta masukan, saran dari peserta rakor untuk menetapkan konsep, model dan teknis pengelolaannya, untuk mengakomodir kedua belah pihak.

Berbagai pendapat terlontar dari peserta yang pada intinya bersepakat bahwa pengelolaannya dilakukan bersama-sama. Sedangkan teknisnya diserahkan kepada Dispar Lotim, dengan membentuk Pokdarwis Destinasi untuk pengelolaanya oleh Dispar. Untuk personalia Pokdarwis dimaksud berdasarkan rekomendasi dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Wanasaba.

Kepala Bakesbangpoldagri, Salmun Rahman menanggapi positif sikap bersama tersebut. ‘’Kegiatan seperti ini merupakan cara-cara cerdas untuk menyelesaikan konflikasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita,’’ kata Salmun Rahman seraya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua peserta yang telah membantu pemerintah meminimalisir potensi-potensi konflik di masyarakat.

Pihak Dispar Lotim menyebut Destinasi Wisata Sembalun telah mendapatkan predikat sebagai Destinasi Honey Moon terbaik dunia. Predikat ini merupakan daya pikat calon wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply