Korban Penumpang Kapal Kandas KMP Mutiara Indonesia Siapkan Pengacara

Khaerudin.

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Malang nian nasib Khaerudin (39), pemilik mobil Pajero yang masih terdampar di tengah laut di perairan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur.

Pasalnya, mobil barunya masih terdampar di atas kapal di tengah laut akibat mesin mati/kandas pada lima bulan lalu.

Sehingga pupus sudah harapannya untuk menikmati kenyamanan bersama keluarga menaiki mobil mewahnya itu.

Dan kini ia harus berjuang bersama-sama korban lainnya agar penanganan masalah ini bisa cepat diselesaikan.

Karena tidak jelasnya penanganan kasus ini membuat ia terpaksa akan menempuh jalur hukum.

Penantian yang panjang dan tidak kunjung usai ini membuat 23 orang korban penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Indonesia, jurusan Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)-Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur sudah mempersiapkan pengacara untuk bertindak sebagai kuasa hukumnya dalam menangani kasus ini.

Musibah ini sudah masuk lima bulan dari tragedi kejadian itu dan juga hingga saat ini belum bisa diselesaikan oleh pihak perusahaan KMP maupun Dinas Perhubungan dan PT ASDP.

Khaerudin asal Taliwang KSB ini merasa gerah dengan pihak-pihak terkait dengan masalah yang sedang dihadapinya, pihak ASDP, Dinas Perhubungan serta perusahaan KMP PT Atosim Lampung Pelayaran dinilai tidak punya e’tikad baik untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami akan tuntut ASDP dan perusahaan pelayaran ke meja hijau untuk masalah ini. Karena ASDP sebagai kafer depan pengelola pelayaran. Semua korban jelas di rugikan. Dan anehnya lagi sampai berbulan bulan tidak kunjung usai. Harus berapa lama lagi kami menunggu, sedang dari ASDP maupun perusahaan KMP sudah tidak ada komunikasi baik, kejelasannya tidak pasti,” kata Heru, panggilan akrapnya dengan semangat berpai-api.

Khaerudin juga mengaku sudah bersurat ke Dinas perhubungan Provinsi NTB, tapi hingga hari ini belum ada informasi yang pasti kapan mobilnya bisa kembali.

Di sisi lain, Samiun Akbar, Manager Usaha PT ASDP Indinesia Ferry (Persero) Pelabuhan Poto Tano yang dihubungi wartawan lewat sambungan telepon seluler mengatakan, ASDP sudah menunjukkan tanggung jawabnya, membuka ruang pengaduan korban.

Karena sudah tidak ada lagi pengaduan, mska dianggap sudah tidak ada permasalahan. Jika sekarang ada pengaduan baru, maka pihaknya juga akan memfasilitasi ke perusahaan lagi.

“Tanggung jawab sepenuhnya kembali kepada perusahaan KMP tersebut. Karena yang bermasalah ini bukan kapal dari ASDP, maka permasalahannya kembalikan kepada perusahaan yang bersangkutan,” kata Samiun.

Seperti diketahui bahwa insiden KMP Mutiara Indonesia berawal dari penyeberangan Poto Tano, Sumbawa Barat menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, namun sesampainya di tengah laut tiba-tiba mati mesin/kandas di tengah laut dan sudah masuk wilayah perairan Kayangan, Lombok Timur, pada Sabtu (11/5/2019), hingga penumpang dievakuasi ke Pulau Kondo menggunakan perahu nelayan.

Akibat musibah ini, semua muatan kendaraan tidak bisa untuk dibongkar. Kendaraan yang masih terjebak itu antara lain; mobil pik up, truk, mobil pribadi, bus dan tronton. Semua kendaraan itu hingga berita ini diturunkan, nasibnya masih terkatung-katung dan terombang-ambing di tengah laut.(Ng)

Kirim Komentar

Leave a Reply