Timsus 3C Polres Lotim Tak Mau Menyerah Kejar Gembong Curanmor

Tersangka pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berhasil ditangkap dan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan polisi.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Prestasi atas kinerja Timsus 3C Polres Lombok Timur patut diapresiasi. Dalam tiga bulan terkahir ini, setiap minggu selalu ada pelaku curanmor yang berhasil dibekuk. Buktinya, Polres Lotim di bawah pimpinan Kapolres AKBP IB Md Winarta kali ini tak mau menyerah untuk terus mengejar setiap kasus kriminal yang masuk laporannya, baik melalui semua Polsek maupun Polres Lotim.

Berdasarkan data yang dikirim Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Md Yogi Purusa kepada Redaksi Lomboktoday.co.id, dalam pekan terakhir September ini, setidaknya ada 8 (delapan) kasus kriminal terutama curanmor yang berhasil disikat oleh Timsus 3C.

‘’Data kasus kriminal sesuai catatan Satreskrim Polres Lotim tanggal 25 September 2019, di antaranya; tentang tindak pidana pencurian (curanmor R4) yang terjadi tanggal 19 Juli 2019, daftar pencarian orang (DPO), tindak pidana pencurian (curanmor) yang terjadi 18 Agustus 2016, dan DPO yang masuk laporan melalui Polsek Terara,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Md Yogi Purusa, di ruang kerjanya, Senin (30/9).

Md Yogi Purusa menjelaskan, pada Minggu kemarin (29/9), sekitar pukul 02.30 Wita, Tim Resmob Satreskrim Polres Lotim dengan diback-up Polsek Senggigi, telah melakukan penangkapan terhadap 1 orang pelaku penadah kendaraan hasil curian R2 & R4 curanmor spesialis roda 2 dan roda 6 yang terjadi di beberapa TKP di wilayah hukum Polres Lotim.

Tersangka pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berhasil ditangkap (yang duduk) dan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan polisi.

Adapun identitas pelaku yang berhasil ditangkap yakni inisial NR Als A (42), warga Desa Griya, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Mudos dan kronologis kejadiannya, kata Md Yogi Purusa, berdasarkan keterangan pelaku yang sudah ditangkap sebelumnya dan berkas perkaranya sudah lengkap (P21) yakni inisial D dan T, bahwa pelaku A berperan sebagai pemesan sekaligus perantara penjualan kendaraan hasil curian. Di mana, dalam salah satu aksi pencurian Dum Truck beberapa bulan lalu, A menelepon T supaya dicarikannya kendaraan pesanan tersebut. Selanjutnya T menghubungi D yang merupakan spesialis pencurian kendaran R4 maupun R6, kemudian D melakukan aksi pencurian Dum Truck di Lingkungan Lendang Bedurik, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lotim. Selesai melakukan aksinya, D menyerahkan kendaraan tersebut kepada T, sedangkan T bersama A mengantar kendaraan tersebut ke gudang pemesan yakni PAK AN (masih buron) yang dijualnya seharga Rp30 juta. Hasil penjualan itu mereka bagi sesuai peran masing-masing.

Pelaku A membeli dan menguasai sepeda motor hasil curian yang terjadi di Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lotim yang dibelinya seharga Rp500.000 dari pelaku I. Saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, ditemukan kendaraan korban yang sudah dibongkar dan hendak dicat oleh pelaku, sedangkan pelaku I sudah ditangkap sebelumnya dan sudah menjalani proses hukum.

‘’Pelaku A ditangkap di daerah Senggigi, Lombok Barat, saat sedang berkaraoke di sebuah cafe tanpa perlawanan. Saat ditangkap, pelaku A menguasai 1 unit mobil R4 yang diduga hasil curian. Adapun barang bukti (BB)-nya yakni berupa 1 unit kendaraan Dum Truck, 1 unit kendaraan Honda Supra X,” ujarnya sembari mengatakan, 1 (satu) orang pelaku utama pencurian Dum Truck inisial ED masih dalam pengejaran.

Dan saat ini tim melakukan pencarian terhadap keberadaan Pak An serta barang bukti lainnya. ‘’Pelaku dan barang bukti kami amankan di Mapolres Lotim guna dilakukan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,’’ ucapnya.

Sementara itu pada Minggu (30/9), sesuai laporan yang masuk, telah terjadi tindak pidana pencurian (curanmor) pada 29 September 2019. Namun, pada Senin (30/9), sekitar pukul 04.15 Wita, Timsus 3C Polres Lotim & Anggota Polsek Aikmel, telah mengamankan 1 unit sepeda motor curian yang terjadi di SPBU Bagik Papan, Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lotim. Korbannya adalah Ishak (28), warga Dusun Ceret, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Loteng.

Modus dan kronologis kejadiannya, korban memarkir kendaraannya di Pom Bensin Bagik Papan dengan kunci kontak masih di kendaraan. Kemudian korban meninggalkan kendaraannya untuk istirahat di dalam mess karyawan. Selanjutnya datang pelaku 1 orang untuk menghidupkan kendaraan korban dan menuntunnya hingga jalan raya, korban mengetahui sepeda motornya hilang saat korban hendak shalat subuh, dan mengetahui sepeda motornya dibawa oleh seseorang  setelah melihat CCTV Pom Bensin.

‘’Berdasarkan petunjuk dari rekaman CCTV, Timsus mengumpulkan informasi tentang situasi sekitar jam korban mengalami kehilangan sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaku pencurian tersebut adalah orang gila yang biasa menginap di SPBU hampir setiap malamnya dengan ciri-ciri sama dengan hasil rekaman CCTV, kemudian tim mendatangi rumah terduga namun sebelum sampai di rumah terduga pelaku, tim menemukan kendaraan tersebut di pinggir jalan raya Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lotim dengan konci masih di kendaraan,’’ katanya sembari menyebut barang bukti yakni 1 unit sepeda motor Yamaha X-Ride warna hitam milik korban dan kunci kontak sepeda motor korban.

Md Yogi Purusa membeberkan terduga pelaku pencurian tersebut adalah inisial I Als D (40), warga Dusun Bagek Nyaka, Desa Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lotim, yang merupakan orang gila. ‘’Saat ini barang bukti diamankan di Mapolsek Aikmel guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,’’ ucapnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply