Timsus 3C Polres Lotim Tambah Gencar Ungkap Kasus Curanmor

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Yogi Purusa (tengah) saat konferensi pers terkait pengungkapan pelaku dan berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan curanmor.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sangat membanggakan, gencarnya upaya Timsus 3C Polres Lotim dalam mengungkap kasus curanmor di wilayah hukum Polres Lotim. Intensitas pengungkapan kasus dan penangkapan pelaku curanmor sudah dalam hitungan hari. Dari data di Polres Lotim menunjukkan, dalam dua pekan terakhir hanya berselang sehari hingga dua hari ada kasus curanmor yang berhasil diungkap.

Untuk hari ini, Rabu (3/10), Satuan Reskrim Polres Lotim menggelar komprensi pers terkait pengungkapan dan penangkapan 3 orang pelaku curanmor sekaligus mengungkap jaringan penebusan motor curian yang terjadi di wilayah Sakra Timur.

Dalam keterangan persnya, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Yogi Purusa mengungkapkan bahwa pada Selasa (1/10), sekitar pukul 17.30 Wita, Timsus 3C Polres Lotim & anggota Polsek Sakra Timur telah mengungkap jaringan penebusan curanmor dan  menangkap 3 orang pelaku pencurian yang terjadi di Dusun Repok Bunut, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lotim, dengan korban bernama Hapipudin (28). Korban yang berprofesi sebagai petani itu beralamat di Dusun Repok Bunut,  Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lotim.

Korban melaporkan kejadian ke Mapolsek Sakra Timur yang kemudian pihak Polsek berkoordinasi dengan Timsus 3C Polres Lotim. Tidak butuh waktu lama, Timsus dibantu anggota Polsek berhasil menangkap para pelaku masing-masing; inisial LS (29). Pemuda pengangguran ini beralamat di Dusun Kubur Tinggang, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lotim. Kemudian pelaku kedua inisial S (25). Pemuda yang juga pengangguran ini beralamat di Dusun Montong Belo, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur. Pelaku ke ketiga inisial R alias B (34). Pemuda pengangguran ini beralamat di Repok Bunut, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur. Sedangkan satu orang pelaku lainnya inisial ER masih dalam pengejaran.

Dijelaskan modus dan kronologis kejadian, pelaku yang berjumlah 4 orang melakukan aksinya pada malam hari dengan cara pelaku berkumpul di rumah S untuk merencanakan pencurian dengan target terlebih dahulu disiapkan oleh R. Di mana, target yang disiapkan oleh R yaitu tetangganya sendiri. Selanjutnya R menunggu di dekat rumah korban, sedangkan ketiga pelaku lainnya berangkat menuju rumah korban menggunakan sepeda motor milik S. Sesampainya di TKP, pelaku mencongkel jendela rumah korban menggunakan besi betel dan masuk lewat jendela dan mengambil barang berharga milik korban berupa 1 unit HP J1 dan sepeda motor milik korban. Sedangkan pelaku R memantau kegiatan rekannya dari jauh.

Keesokan harinya, R mendatangi rumah korban bermaksud menawarkan penebusan dan meminta uang tebusan senilai Rp1,5 juta. Setelah beberapa jam, pelaku R berangkat membawa uang tersebut ke rumah S dan kembali ke rumah korban mengembalikan sepeda motor korban, namun HP korban tidak dikembalikan oleh para pelaku.

Kronologis penangkapan lanjut Kasat Reskrim, pelaku S ditangkap di Dusun Selayar, Desa Menceh, saat sedang melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat milik pelaku S. Saat dilakukan penggeledahan badan dan kendaraan tersebut ditemukan narkoba jenis sabu-sabu dan HP milik korban yang disimpan pelaku di bawah jok motor yang dipergunakan pelaku.

Dari pengembangan penggeledahan terhadap pelaku dan untuk menemukan barang bukti lain, pelaku memberontak hingga berhasil melepaskan dan melarikan diri dari petugas sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan pelaku dengan tembakan lurus menembus betis kanan pelaku.

Dari tangan para pelaku, berhasil diamankan beberapa barang bukti berupa 1 unit sepeda motor milik korban, 1 unit sepeda motor milik pelaku S yang digunakan mendatangi TKP. Juga 1 unit HP milik korban, uang sisa penebusan senilai Rp1,1 juta, 1 buah konci leter T, 1 buah besi betel alat cungkit serta 27 pocket sabu-sabu milik pelaku S.

Dari catatan kepolisian, salah seorang pelaku S merupakan residivis pelaku curas divonis 7 tahun penjara dan baru beberapa minggu menjalani bebas bersyarat dan wajib lapor. Setelah dilakukan interogasi lebih lanjut, pelaku juga melakukan aksi serupa di kampung yang sama dan berhasil mengambil 2 unit sepeda motor milik warga dan ditebus senilai Rp8,5 juta dengan jalur penebusan dan cara kerja yang sama. Namun korban belum melaporkan kejadian karena diancam oleh para pelaku. Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lotim  guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply