Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Belasungkawa ‘DPRD NTB Telah Hilang’

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unram saat menggelar aksi belasungkawa ‘DPRD NTB Telah Hilang’ di depan kantor DPRD NTB, Jalan Udayana Mataram, Jumat (4/10).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jalan Udayana Mataram, Jumat sore (4/10).

Kali ini, puluhan mahasiswa menggelar aksi dengan mengusung tema; aksi belasungkawa ‘DPRD NTB Telah Hilang’. Aksi ini merupakan rangkaian dari aksi sebelumnya yang telah digelar pada Kamis (26/9) dan Senin (30/9) lalu dengan melibatkan ribuan massa dari semua elemen mahasiswa berbagai warna almamater dan masyarakat NTB.

Bahkan aksi tersebut diselenggarakan dengan berbagai cara dan metode untuk meminta DPRD NTB agar menyikapi tuntutan mahasiswa. Meski dengan berbagai cara dan metode yang telah dilakukan mahasiswa untuk menduduki kantor DPRD NTB, namun tidak ada respon yang meyakinkan dari pihak para wakil rakyat NTB terkait 11 tuntutan mahasiswa dan rakyat atas RUU-KUHP, UU KPK, dan isu-isu lainnya yang menyengsarakan rakyat.

‘’Menyikapi 11 tuntutan mahasiswa dan rakyat yang belum ditanggapi serius oleh DPRD NTB, maka kami dari mahasiswa dan elemen masyarakat NTB bersatu dalam satu barisan perjuangan dalam aksi belasungkawa ‘DPRD NTB Telah Hilang’ untuk menyuarakan kembali keadilan dan hak-hak rakyat,’’ kata salah seorang orator, Ahmad Saripudin Nur saat menyampaikan orasinya di depan kantor DPRD NTB, Jumat sore (4/10).

Sejatinya aksi tersebut dimulai pukul 16.00 Wita, namun molor hingga hampir satu setengah jam mengingat puluhan mahasiswa itu baru tiba di depan kantor DPRD NTB pada pukul 17.28 Wita.

Massa mengambil start dari halaman Islamic Center (IC) Provinsi NTB dan melakukan long march dengan menyusuri Jalan Udayana menuju kantor DPRD NTB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari jajaran Polres Mataram..

Sementara di depan pintu gerbang kantor DPRD NTB tersebut, terlihat puluhan aparat kepolisian dari jajaran Polres Mataram dan Polda NTB telah membentuk barisan barikade yang sudah siap siaga untuk melakukan pengamanan terhadap jalannya orasi yang akan disampaikan oleh para orator aksi.

Dengan silih berganti para orator pun menyampaikan orasinya. Setidaknya ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh orator aksi. Di antaranya; pertama, mengutuk keras sikap DPRD NTB yang mengambil keputusan tidak atas kepentingan dan kedaulatan rakyat, melainkan kepentingan partai politik dan kelompok terhadap tuntutan aksi G26S & G30S-DPR.

Kedua, menegaskan kepada mahasiswa dan rakyat untuk tetap menuntaskan 11 tuntutan mahasiswa dan rakyat. Ketiga, bebaskan aktivis pejuang demokrasi yang masih ditahan oleh kepolisian dan mengecam tindakan represif aparat keamanan. Keempat, usut tuntas kasus tragedy pembunuhan aktivis di Kendari, Makassar dan Jakarta. Kelima, menuntut pihak kepolisian dan pemerintah agar memberikan bantuan moril dan materiil terhadap korban demontrasi. Keenam, mengimbau seluruh mahasiswa dan rakyat untuk terus berada pada medan juang sampai permasalahan-permasalahan Negara ini benar-benar tuntas.

Karena tidak ada satupun pimpinan dan anggota DPRD NTB yang berada di kantor untuk menemui massa, akhirnya puluhan mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib pada pukul 18.00 Wita.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply