Sepenggal Syair Lagu Untuk Pemkab Lotim dan Pemdes Soal Perebutan Randis

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menyikapi kisruh antara Pemkab Lotim dan seluruh Pemerintah Desa se-Lombok Timur yang cukup menyita perhatian publik dalam akhir pekan pertama Oktober ini, jadi teringat penggalan syair lagu dari si Raja Dangdut, Bang Haji Rhoma Irama yang berjudul “Kegagalan Cinta”.

Kepala Desa Sepapan, Hayadi. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

Salah satu bait syair yang cukup melegenda itu berbunyi, “Kau yang mulai, kau yang mengakhiri… kau yang berjanji, kau yang mengingkari… ooo ya nasib.. ya nasib, mengapa begini.. baru pertama bercinta.. sudah menderita”.

Nampaknya, bait lagu itu sangat layak disematkan pada peristiwa kebijakan Pemkab Lotim yang sempat ngotot ingin menarik aset daerah berupa sepeda motor dinas kepala desa dan seluruh perangkat desa lainnya.

Atas otoritas kekuasan hak, sebelumnya Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengeluarkan surat edaran kepada semua Kades melalui camat masing-masing agar semua randis perangkat diserahkan ke pemda yang konon atas perintah KPK dan BPK.

Meskipun digertak dengan menangguhkan lembaga negara super power yang namanya KPK dan BPK, tak membuat semua kades ciut nyalinya mengindahkan pandito orang nomor satu di Lotim itu. Malah sebaliknya, sebagian besar kepala desa memilih bertahan dan mempertahankan randis dengan alasan sebagian besar desa belum menganggarkan pengadaan randis perangkat desa pada APBDes 2020 mendatang.

“Kami belum menganggarkan pembelian randis, kalo pemda ngotot mau menariknya, lalu bagaimana kami bisa bekerja,” kata Ketua Forum Kades Kecamatan Jerowaru, Hayadi yang juga Kades Sepapan itu kepada Lomboktoday.co.id, di rumahnya baru-baru ini.

Kendati ada sebagian desa yang berhasil ditarik randisnya oleh camat dan Pol PP, namun belakangan sejumlah kepala desa memilih menyusun kekuatan dengan merencanakan aksi unjuk rasa hingga ancaman dengan mengkondisikan perangkat desa mogok pelayanan yang direncanakan Senin (7/10) pekan depan dengan kekuatan massa hingga 1.500 dari seluruh kades dan perangkat.

Ancaman demo dan mogok pelayanan sehari itu, bukanlah gertak sambel, forum kades Lotim telah membuktikan rencananya dengan melayangkan surat pemberitahuan kepada Polres Lotim perihal rencana aksi Senin besok.

Bagi Pemkab Lotim rupanya tidak ingin ada gejolak antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten. “Alahasil antara orang tua dengan anak-anaknya tidak perlu berseteru hanya karna persoalan yang masih bisa dirundingkan,” kata salah seorang pejabat Pemkab Lotim yang menolak disebut jati dirinya Kamis (4/10).

Menghindari terjadinya benturan itu, Dinas PMD Lotim mengundang sejumlah pengurus FKKD Lotim untuk duduk satu meja. Dengan melibatkan Kepala Bakesbangpol, Kasat Pol PP, Kadis PPKAD dan ketua, wakil ketua, dan Sekretaris FKKD Lotim, Jumat (5/10) bertempat di aula dinas PMD Lotim pemupakatan damai berhasil ditempuh dengan sejumlah butir kesepatan.

Melalui surat kesepakatan bernomor 143/685/PMD/2019 semua pihak yang hadir bersepakat menandatangani 2 (dua) foint kesepakatan damai yang intinya desa yang sudah ditarik randisnya dapat diambil kembali maupun bagi desa yang belum menyerahkan batal ditarik kecuali desa yang sudah menganggarkan pembelian randis dengan berita acara pinjam pakai.

Pemda akan menarik randis tersebut jika desa telah menganggarkan pembelian randis melalui APBDes. Pemda yang mau menarik, pemda pula yang membatalkan.

Tentu dengan point kesepakatan itu pihak FKKD dan perwakilan Pemkab dengan hati lega menanda-tangani kesepakatan. FKKD menindaklanjuti dengan surat pernyataan mencabut kembali surat pemberitahuan aksi yang telah disampaikan ke Polres pada tanggal 3 Oktober sehari sebelum perundingan.

Menyusul FKKD membuat surat pembatalan aksi melalui surat tertanggal 4 oktober. FKKD yang berjanji aksi, FKKD pula yang membatalkan.

Kendati demikian, bagi sejumlah kades wilayah selatan mengaku lega dan sangat setuju dengan butir kesepakatan damai itu sehingga rencana aksi menjadi tidak perlu.

“Untuk apa kita aksi atau demo jika tuntutan sudah terpenuhi. Kan tujuan aksi untuk menyampaikan tuntutan. Kalau tuntutan sudah dijawab dan terpenuhi sesuai keinginan kami para kades, maka buang-buang waktu untuk aksi,” kata Kades Setungkep Linsar Saepul Muslimin kepada wartawan media ini Jumat kemarin seraya diamini oleh rekannya Kades Dane Rase, Syamsuddin.

Pernyataan Saepul Muslimin itu juga telah diungkap di Medsos FB maupun sejumlah WA group.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply