Diklat Fotografi Untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Kehumasan yang Lebih Baik

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy (tengah baju kuning) foto bersama dengan para peserta pelatihan fotografi.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi NTB menyelenggarakan Diklat Fotografi di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Ahad pagi (6/10) pagi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy menerangkan bahwa diklat fotografi ini merupakan komitmennya sejak awal dalam rangka meningkatkan kapasitas staf, baik dalam meningkatkan kualitas foto, menulis di media dan menghasilkan sebuah rilis yang baik. ‘’Sejak awal saya berkomitmen pada peningkatan kapasitas, membenahi bagaimana menulis di media sosial, bagaimana menulis membuat rilis, dan kemudian meningkatkan kapasitas bagaimana mengambil foto yang baik,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy.

Agenda yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu, menghadirkan Bagus Pastikayana, Asesor Leskofi (Lembaga Sertifikasi dan Kompetensi Fotografi Indonesia) sebagai nara sumber. Tidak sampai di situ, pada November mendatang, juga rencananya akan dilaksanakan kembali kegiatan yang serupa. Nantinya akan dihadirkan fotografer kawakan Arbain Rambey, sebagai nara sumber dalam peningkan kapasitas staf.

‘’Tidak hanya dari staf Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB yang diundang secara resmi, tetapi juga seluruh kabupaten/kota, baik dari Dinas Kominfotiknya, maupun dari Humasnya, termasuk juga dari OPD-nya juga diundang, dan pelatihan ini gratis,’’ ujarnya.

Najamuddin menjelaskan, agenda ini dilakukan agar semua memiliki kapasitas yang seragam, mumpuni dan juga setara dengan media-media online nasional. ‘’Peningkatan kapasitas ini menjadi sebuah keniscayaan bagi kawan-kawan semua di Biro Humas dan Protokol, di OPD, di bagian Humas dan Protokol di kabupaten/kota. Sehingga kita memiliki kemampuan dan kapasitas. Dengan begitu kita telah menunjukkan kontribusi terbaik kita untuk nusa dan bangsa. Paling tidak untuk daerah kita masing-masing,’’ katanya.

Najamuddin berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan banyak ilmu baru dalam meningkatkan kualitas fotonya dan memberikan hasil karya terbaiknya di masa-masa yang akan datang.

Sementara itu, Bagus Pastikayana, Asesor Leskofi menyampaikan bahwa sebuah gambar yang baik itu lahir dari gabungan seluruh teknis, sehingga menghasilkan sebuah foto, yang dapat menceritakan banyak informasi di dalamnya. Bagus berharap, dengan pelatihan ini, para peserta dapat mensinkronkan antara teori dengan praktek dan segala pertanyaan dapat menemukan jawabannya dalam pelatihan ini.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply