Gubernur NTB: Guru dan Ustadz/Ustadzah Punya Kesempatan Belajar di Australia

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan cinderamata kepada Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Iswandi menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA, di Hotel Santika Mataram, Senin (7/10).

Selain Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja NT, hadir juga Cathy White dari Business and Workforce NT dan Rachael Shanahan dari Study NT serta perwakilan dari Charles Darwin University Group Training Northern Territory, Alana Kaye College dan International College of Advance Education.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, para pelajar, guru, ustadz dan ustadzah, baik di sekolah umum maupun di Pondok Pesantren (Ponpes) memiliki kesempatan untuk belajar di Northern Territory (NT) Australia.

‘’Anda bisa bayangkan jika kita bisa mengirim 300 atau 500 pelajar dari tingkat SMA, perguruan tinggi, dan guru ke North Teritory Australia untuk mengikuti program singkat, dua atau tiga minggu, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat NTB untuk melihat dunia di masa yang akan dating,’’ kata Gubernur Zul dalam Bahasa Inggris.

Gubernur Zul menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah era ekonomi yang cukup terbuka. Salah satu tandanya adalah persaingan di bidang industri teknologi. Persaingan industri ini lanjutnya, adalah kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar pasar internasional.

‘’Untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar internasional, kita memerlukan inovasi, kita memerlukan teknologi. Karena, untuk bisa bersaing, kita harus memiliki produk, cara baru untuk melakukan sesuatu dan itu memerlukan teknologi,’’ ujarnya.

Orang nomor satu di NTB itu menjelaskan, pengiriman para pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, tidak hanya untuk meraih gelar atau hanya sekadar untuk meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia (SDM). Namun yang lebih penting adalah untuk mengubah cara pandang terhadap dunia.

Karena itu, Gubernur Zul berharap agar program kerja sama dengan NT terkait short course dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia. ‘’Malam ini adalah malam bersejarah, jika kita bisa mempercepat proses pengiriman para pelajar ke NT,’’ ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA menjelaskan, Indonesia dan NT sejak lama telah menjalin kerja sama di bidang perdagangan. Namun, saat ini tidak hanya pedagangan, Indonesia dan NT telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, industri dan teknologi.

‘’Kerja sama pendidikan, termasuk para pelajar yang belajar di NT dan program pendidikan di NT menyediakan program pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTB atau bahkan Indonesia,’’ katanya.

Saat ini juga masih banyak anak-anak Indonesia yang belajar dan menjalankan program training di NT. Ia berharap dengan pendidikan yang berkualitas di NT, akan banyak anak NTB yang belajar di sana. Pada pertemuan itu juga diserahkan sertifikat bagi PNS NTB yang telah menjalani program short course di NT.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply