Kasus Pencabulan di Desa Selebung Menimpa Bocah 8 Tahun

Pelaku pencabulan inisial B alias Amaq N (tengah pakai kaos cokelat) saat diserahkan ke Unit SPKT Polres Lotim.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kasus pencabulan di wilayah hukum Polres Lombok Timur kembali terjadi. Setelah beberapa hari lalu Tim Resmob dan PPA Polres Lotim membekuk salah seorang oknum dukun cabul di Sembalun, kini terjadi lagi kasus pencabulan yang menimpa salah seorang bocah ingusan di Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama, kasus pencabulan itu terungkap atas adanya laporan dari pelapor, Yuliana (28), seorang ibu rumah tangga (IRT), warta Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur yang melaporkan bahwa telah terjadi dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Dan perbuatan pencabulan itu diduga dilakukan oleh inisial B (38) alias Amaq N, seorang petani yang beralamat di Dusun Kuang Datok, Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lotim.

Kronologi kejadian menurut laporan pelapor, bahwa pada hari Sabtu (5/10), sekitar pukul 17.30 Wita, pelapor diceritakan oleh anaknya inisial O (6), bahwa pelaku B alias Amaq N dilihat oleh O kalau pelaku telah memasukkan tangannya ke dalam alat kelamin korban M (8) yang tak lain adalah adik kandung pelapor.

Atas cerita itu, kemudian pelapor memanggil adiknya selaku korban untuk menanyakan hal tersebut. Dan M (korban) dengan polos menceritakan kepada kakaknya (pelapor) kalau B alias Amaq N telah memasukkan jari tangan kanannya ke dalam alat kelamin korban sebanyak 2 kali.

Tak berhenti sampai di situ, korban mengaku digendong oleh pelaku. Pada saat pelaku menggendong korban dengan posisi mendekap tepat di depan selangkangan pelaku sendiri sambil pelaku memasukkan tongkat brewoknya (kelaminnya) ke dalam alat kelamin korban. Tentu saja pada saat pelaku menusuk kelamin korban dengan kelaminnya, dipastikan secara paksa karena ukuran kelamin pria dewasa sehingga kelamin korban merasa sakit pada saat membuang air kecil.

Dengan kejadian itu, pihak keluarga korban merasa keberatan atas kasus tersebut. Sehingga kakak korban, Yuliana langsung mendatangi Polsek Keruak untuk melaporkan kejadian tersebut. Pihak Polsek Keruak melimpahkan ke SPKT Polres Lombok Timur untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Keruak, IPTU Arif Budiman yang dihubungi Lomboktoday.co.id via phoneselnya membenarkan bahwa pelaku langsung diamankan oleh anggota Polsek Keruak sesaat setelah ada pengaduan dari keluarga korban guna menghindari tindakan kekerasan terhadap pelaku oleh keluarga korban.

‘’Kami langsung mengamankan pelaku untuk menghindari tindakan dari keluarga korban. Pelaku dan korban langsung kami serahkan ke Unit SPKT Polres Lotim untuk ditindaklanjuti proses hokum,’’ kata Kapolsek Keruak, IPTU Arif Budiman.

Kini pelaku mendekam di tahanan Mapolres Lotim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sebagimana dimaksud dalam Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Dan pelaku diancam kurungan minimal 5 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply