Ini Kuncinya Untuk Bisa Datangkan 4,5 Juta Wisatawan ke Lombok-Sumbawa 2020

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah memberikan sambutan pada acara pembukaan rakor pariwisata daerah 2019 untuk sinkronisasi program kepariwisataan menuju 4,5 juta wisatawan ke Lombok-Sumbawa 2020, di Hotel Lombok Raya Mataram, Rabu (9/10).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kunci untuk bisa mendatangkan 4,5 juta wisatawan mengunjungi NTB pada tahun 2020 nanti adalah rasa aman, nyaman, kebersihan dan keramah-tamahan.

‘’Kalau destinasi wisata itu bersih dari sampah, toiletnya harum, masyarakatnya ramah, saya yakin wisatawan akan senang dan bahagia berkunjung dan akan bercerita kepada dunia tentang pesona Lombok-Sumbawa. Dalam hal ini, para wisatawan juga berperan sebagai media promosi langsung yang sangat efektif,’’ kata Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat membuka rakor pariwisata daerah 2019 untuk sinkronisasi program kepariwisataan menuju 4,5 juta wisatawan ke Lombok-Sumbawa 2020, di Hotel Lombok Raya Mataram, Rabu (9/10).

Menurut Wagub Rohmi, banyak pihak menyebut keindahan destinasi wisata Lombok-Sumbawa, bak surga yang dititipkan Allah di bumi ini. ‘’Maka, mari kita jaga karunia keindahan ini. Salah satunya dengan benar-benar menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan agar bebas dari sampah,’’ ujarnya.

Wagub Rohmi juga menyebut masih ada kebiasaan di sebagian masyakat yang membuang sampah di sembarang tempat. Juga belum terbiasa memilah sampah dan mengolah sampah untuk kepentingan yang bermanfaat. Sehingga sampah plastik, botol mineral atau sampah lainnya masih mencemari laut, sungai dan gunung-gunung. Padahal, sampah-sampah itu menurut Wagub Rohmi, membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa hancur.

Karena itu, ia mengajak para pelaku pariwisata untuk dapat memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik. Juga harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya memilah sampah organik maupun non organik, sehingga mudah diolah yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ketika program bersih lingkungan dan bebas sampah ini tercapai, maka Wagub Rohmi optimis untuk menggaet kunjungan 4,5 juta wisatawan ke Lombok-Sumbawa akan mudah diwujudkan.

Wagub Rohmi juga meminta kepada para kepala desa agar mengintegrasikan pengembangan dan pembangunan 99 desa wisata di desa masing-masing dengan pengelolaan bank sampah, BUMDes dan UMKM pendukung industri pariwisata lainnya, sehingga mendongkrak daya tarik dan angka kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal menyampaikan strategi pengembangan kepariwisataan menuju 4.5 juta wisatawan tahun 2020. Menurutnya, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana dengan daya tarik dan SDM di destinasi pariwisata tersebut. ‘’Kita harus dapat menjaga dan melestarikan daya tarik wisata,  membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata,’’ katanya.

Karena itu, penataan sarana prasarana, pembenahan amenitas dan peningkatan kelembagaan masyarakat serta tata kelola geosite, termasuk SDM-nya harus terus ditingkatkan. ‘’Bahkan pembentukan bank sampah untuk mendukung zero waste dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih di setiap desa wisata terus kami dorong,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata harus memiliki aspek pembangunan kepariwisataan daerah yang meliputi destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan organisasi kepariwisataan. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) harus dikembangkan seperti kawasan pantai atau gili, geopark yang dikemas dengan menarik. Cara lain dengan mengintervensi 99 desa wisata secara terencana dan bertahap.

Ikhtiar menuju 4,5 juta wisatawan Lombok-Sumbawa 2020 tersebut ditandai dengan pemukulan Gendang Belwq secara bersama oleh Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI, Anang Sutono; Kadispar NTB, HL Moh Faozal; Kadis Pemuda dan Olahraga, Hj Husnanidiaty Nurdin; Kadis Perdaganagan NTB, Hj Putu Selly Andayani; Direktur ITDC, I Gusti Ngurah Ardita; GM Angkasa Pura I LIA, Nugroho.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply