Dituduh Provokator, 4 Security Global Araw Batu Hijau Dirumahkan

Dua pengurus LKS, Rahman (kiri) dan Solihin (kanan).
Dua pengurus LKS, Rahman (kiri) dan Solihin (kanan).

Oleh: Fajar Ngudi P. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bermaksud  menyampaikan aspirasi ketenagakerjaan dan menuntut hak yang harus diterima, 4 (empat) Security Global Araw yang berada di Tambang Batu Hijau Sumbawa Barat malah dirumahkan.

Management Perusaan Global Araw Tambang Batu Hijau hingga detik ini tidak menunjukkan sikap pro aktif terhadap perwakilan buruh yang dibentuk oleh karyawan. Semenjak perusahaan tambang beralih dari NNT (Newmon Nusa Tenggara) ke AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara), tidak ada satupun perwakilan buruh yang terbentuk di perusahaan tambang raksasa itu, termasuk ribuan karyawan sub kontraktor, sehingga semua aspirasi buruh tak satupun yang terwakili.

Terbukti dengan adanya aksi protes yang dilakukan beberapa orang security di dalam gate Benete, pada Rabu lalu (2/10), pihak perusahaan langsung mengambil tindakan memberikan sanksi scorsing kepada 4 orang pengurus perwakilan buruh  LKS (Lembaga Kerja Sama). Karena mereka dianggap sebagai provokator yang nanti akan mempengaruhi karyawan lainnya.

‘’Perusahaan memanggil kita dan langsung tidak boleh lagi masuk kerja serta memberikan surat pernyataan dirumahkannya kita berempat. Mereka menuduh kita akan menjadi provokator terhadap teman-teman yang lain. Padahal, kita kemarin dalam  menyampaikan aspirasi tidak mengganggu pekerjaan apalagi mengganggu jam kerja, karena saat kejadian itu pagi hari sebelum kita masuk jam kerja. Setelah jam enam kita langsung masuk kerja,’’ kata Rahman.

Adapun pengurus LKS (Lembaga Kerja Sama) yang discorsing yakni; A Rahman, Solihin, Takdir dan Jamel Supian. Keempat orang tersebut adalah pengurus organisasi perwakilan buruh Security Global Araw.

Adapun beberapa tuntutan security kepada pihak perusahaan, di antaranya; lembur 9,5/hari karena kerja 12 jam+1 istirahat mengingat security tidak ada istirahat, gapok dinaikan karena PT AMNT  bukan perusahaan sandal/sepatu, tunjangan keluarga, tempat tinggal, transportasi, tunjangan kehadiran, tunjangan lokasi, tunjangan shiff malam, tunjangan transportasi cuti, 1.400 calori.

Tuntutan ini menurut Rahman wajar disampaikan. Karena ini adalah hak karyawan yang dulu diberikan pihak perusahaan. ‘’Kejadian ini jelas mengecewakan kami karena kami ingin menyampaikan aspirasi malah kita dirumahkan. Kapan perusahaan bisa menghargai kinerja karyawan kalau sedikit-sedikit dikeluarkan dan digantikan dengan yang baru,’’ ujarnya.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *