Terima Penghargaan dari Pemimpin Tertinggi Al-Azhar, TGB Bertolak ke Mesir

TGH M Zainul Majdi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Dr Muchlis M Hanafi mengatakan, Ketua OIAA Cabang Indonesia, TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, pada hari ini, Rabu (16/10).

TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin Tertinggi (Grand Shekh) Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb, untuk menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.

‘’Keputusan Grand Sheikh Al-Azhar untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019 lalu, dan surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad (13/10),’’ kata Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Dr Muchlis M Hanafi dalam siaran pers yang diterima Lomboktoday.co.id, Rabu (16/10).

Direncanakan, lanjut Hanafi, penghargaan dimaksud akan diserahkan langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb di Gedung Grand Shaikh, Kairo, pada Kamis besok (17/10), sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh pejabat tinggi Al-Azhar antara lain; Deputi Grand Sheikh Al-Azhar, Prof Dr Saleh Abbas; pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

‘’Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan,’’ ujarnya.

Menurut Hanafi, pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling  berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa.

‘’Al-Azhar telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply