Gubernur: Semua Calon Sekda Baik, Hasilnya Tetap Tunggu Pansel

Suasana Diskusi Kamisan bertajuk ‘’Sekda NTB Idola’’ yang digelar M16 di De-Lima Cafe Mataram, Kamis malam (17/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram menyelenggarakan Diskusi Kamisan bertajuk ‘’Sekda NTB Idola’’ di De-Lima Cafe Mataram, tadi malam (Kamis malam, 17/10).

Diskusi tersebut menghadirkan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah sebagai pembicara utama. Selain Gubernur NTB, sejumlah tokoh yang menjadi narasumber utama seperti, Hasan Masat (Direktur Lesa Demarkasi); Anggota DPRD Provinsi NTB, Ruslan Turmuzi; Aktivis PMII Lombok Timur, Taufik Hidayat; Aktivis LSM Suaka, Bustomi Taifuri dan Wakil Direktur M16, Nasib Ikroman.

Anggota Dewan Pendiri M16, Hendra Kesumah saat membuka acara Diskusi Kamisan mengatakan, M16 mengapresiasi keterbukaan dan demokratisasi di era pemerintahan H Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) termasuk membuka diskursus tentang pemilihan Sekda NTB. Ada fenomena baru dalam pemilihan Sekda NTB, yakni adanya keterlibatan masyarakat memberikan masukan terkait Sekda NTB yang baik.

‘’M16 mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan atensi Pak Gubernur NTB yang bersedia hadir mendengarkan masukan dalam forum Diskusi Kamisan ini,’’ kata Hendra.

Dalam diskusi yang moderatori oleh Ahmad, SH tersebut, dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, politisi hingga awak media. Gubernur Zul di awal diskusi mengatakan, mengenal dengan baik lima calon Sekda. Kendati demikian, dia berharap melalui diskusi ini, gubernur mendapat informasi tambahan soal calon Sekda. ‘’Walaupun gini-gini gubernur punya peran menentukan Sekda. Lima calonnya hebat-hebat. Tapi saya perlu mendengar informasi dari teman-teman,’’ katanya.

Gubernur Zul berharap Sekda NTB ke depan dapat sejalan dengan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. ‘’Saya butuh Sekda minimal orang yang tidak punya agenda berbeda dengan gubernur. Semua orang saya kenal baik dan semua bisa bekerja sama. Kita ini manusia biasa dalam proses mengambil keputusan. Oleh karena itu, saya ingin dengar siapa sebenarnya yang disuarakan,’’ ujarnya.

Hasan Masat dari Lesa Demarkasi mengatakan, panitia seleksi (Pansel) Calon Sekda NTB harus bekerja dengan profesional. Dia berharap Pansel tidak memilih Sekda berdasarkan keterwakilan wilayah. ‘’Pansel jangan sampai karena keterwakilan wilayah memilih Sekda. Saya berharap Pansel dan Gubernur NTB jangan sampai Sekda itu keterwakilan,’’ katanya.

Dia berharap agar pendapat publik dapat didengar untuk memberikan masukan terkait calon Sekda. ‘’Pendapat umum harus diberikan ruang siapa figur yang tepat. Figur penting dan saya berharap nantinya gubernur bijaksana memilih yang memiliki fungsi pelayanan dan reformasi birokrasi,’’ ujarnya.

Taufik Hidayat, Perwakilan KNPI Lombok Timur dalam diskusinya mengatakan sepakat jika Pansel tidak mendukung calon berdasarkan kewilayahan. Namun dia juga meminta Pansel tidak mendukung Sekda berbasis organisasi kemasyarakatan. ‘’Sekda ini pejabat administratif yang sekiranya mengakomodir pelayanan publik di NTB. Melihat Sekda tidak hanya melihat wilayah, tapi perlu dicermati jangan juga Sekda dilihat dari perspektif ormas. Kita sepakat lima tokoh adalah orang hebat dan baik,’’ katanya.

Opik sapaan akrabnya secara terang menyebut nama calon yang dijagokan, yaitu Assisten II Setda NTB, H Ridwan Syah. ‘’Ridwansyah adalah ASN senior dan saya yakini mampu bisa menjadi bawahan dan mengartikulasikan kepentingan daerah, tentunya NTB Gemilang dapat diraih dengan cepat,’’ ujarnya.

Bustomi Taifuri dari LSM Suaka dalam diskusinya memberikan kritikan pada Pemerintahan Zul-Rohmi. Beberapa catatan kritiknya dilontarkan langsung di hadapan Zulkieflimansyah. ‘’Di kepemimpinan gubernur saat ini saya lihat masih compang-camping dalam perjalanan. Misalnya memburuk eksekutif dan legislatif, kurang baiknya hubungan pemerintah provinsi dan Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian ada beberapa persoalan seperti KEK. Apalagi penilaian Ombudsman soal maladministrasi,’’ bebernya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP, Ruslan Turmudzi lebih bersikap netral dalam menyikapi eforia pemilihan Sekda. Dia menyadari penentuan Sekda tidak dapat diintervensi. ‘’Saya lihat ada Pansel di luar Pansel. Saya selaku Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP tidak akan meminta karena saya dulu bukan pendukung Pak Gubernur,’’ katanya.

Dia juga menjelaskan, pemilihan Sekda bukan merupakan hak prerogatif gubernur, melainkan pemerintah pusat. ‘’Pansel akan mengusulkan tiga orang, tentu yang terbaik dari lima orang. Tapi hati-hati ini bukan hak prerogatif gubernur. Gubernur akan mengusulkan ke Mendagri. Mungkin Mendagri akan diganti karena sebentar lagi presiden akan dilantik,’’ ujarnya.

Ruslan menegaskan, lima cakon Sekda memang figur pejabat yang berkompeten. Namun hal ini tidak menafikan kiprah mereka masing-masing. Ia sempat menyebut dua nama yakni H Iswandi dan H Ridwan Syah.

Dua figur ini menurutnya punya nilai lebih. Iswandi yang saat ini Penjabat Sekda NTB dinilai mempunyai kontribusi dalam pembangunan NTB, meski hanya sebatas pejabat sementara. ‘’Iswandi ibaratnya sudah berdarah-darah. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan juga,’’ kata Ruslan.

Wakil Direktur M16, Nasib Ikroman mengkritisi seorang senior dalam dunia politik yang ikut bermain dalam politik NTB masa kini. Meskipun dia tidak menyebut siapa yang dikritisi, namun Achip sapaan akrabnya merasa keterlibatan seorang senior dalam dunia politik justru merusak iklim politik dan demokrasi di NTB.

‘’Visi Sekda bagaimana sukseskan visi gubernur. Sehingga saya pikir yang mendukung Sekda agak gak masuk. Cuma satu hal yang saya keberatan, kok ada orang yang sudah lama pensiun kok ikut buka lapak. Saingan dengan yang lain, itu agak mengganggu kita sebagai generasi saat ini,’’ katanya.

Sementara, tokoh pemuda NW, yang juga menjadi sahabat sejati gubernur, Fihiruddin dengan tegas mendukung Iswandi sebagai Sekda NTB. ‘’Saya adalah orang paling dekat dengan Gubernur. Kita mengkritisi gubernur bukan kita benci, tapi kita cinta,’’ katanya.

‘’Lima calon Sekda putra-putri terbaik NTB, terlepas dari masa lalu. Saya yakini apa yang dilakukan Pansel berjalan baik. Saya satu-satunya orang yang mendukung Iswandi. Saya menitip Pak Iswandi sama gubernur,’’ ujarnya.

Di akhir diskusi, Gubernur NTB berterima kasih pada M16 yang menyelenggarakan diskusi tersebut. Menurutnya, dari diskusi tersebut dia mendapat banyak masukan soal Sekda ideal. ‘’Saya terima kasih apa yang disampaikan sebagai informasi yang luar biasa. Kalau hasil Pansel ditetapkan tinggal kita serahkan di pemerintah pusat dengan pertimbangan gubernur. Terima kasih pada M16 yang juga menyelenggarakan diskusi ini,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply