Tinjau Kebakaran TPA Kebon Kongok, Gubernur NTB Intruksikan Pemadam Api 15 Hari

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (baju merah) saat turun meninjau TPA Regional Kebon Kongok.
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (baju merah) saat turun meninjau TPA Regional Kebon Kongok.

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Ahad (20/19).

Orang nomor satu di NTB itu bergegas ke lokasi tersebut untuk memastikan proses penanganan kebakaran TPA berjalan lancar tanpa kendala. Saat meninjau TPA, Gubernur Zul mendapat laporan bahwa luas area tumpukan sampah TPA Regional Kebon Kongok sekitar 5 hektare dan lahan yang terbakar sekarang sudah mencapai 4 hektare. Terbakarnya lahan TPA ini menyebabkan pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar terganggu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus berupaya agar kebakaran tidak meluas yang mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA. Untuk mendukung penanganan ini, Pemprov NTB melalui BPBD dan Dinas LHK NTB melaksanakan segala cara untuk memadamkan api, mulai dari mengerahkan mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air dan dump truck pengangkut tanah.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap per blok dari 17 blok yang ada. Penanganan yang dilakukan saat ini adalah dengan sistem siram-timbun tanah atau landfilling. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai oksigen dan persiapan blok untuk menerima sampah dari Kota Mataram dan Lobar yang mulai menumpuk.

Untuk menangani satu blok yang luasnya sekitar 3.000 m2, dalam dua hari atau sekitar 2 kali 10 jam, diperlukan satu unit  bulldozer besar. Alat ini diperlukan untuk meratakan sampah yang ada agar mudah dipadamkan. Selain itu, BPBD mengerahkan empat unit excavator, satu unit untuk mengurai sampah dan tiga unit mengisi dump truck dengan tanah. BPBD juga mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran, empat truck tangki air, dan 10 dump truck.

Dengan sistem ini, kebakaran lahan ini tidak meluas dan perlahan mulai mengecil. Pantauan langsung di lapangan juga menunjukkan kepulan asap sudah semakin menurun seiring kerja keras pemerintah bersama stakeholders terkait.

Gubernur Zul menyampaikan arahan sekaligus instruksi agar penanganan kebakaran ini bisa dipercepat yaitu cukup 15 hari  saja dengan penambahan alat-alat berat dan tenaga di lapangan. ‘’Terima kasih kepada teman-taman yang begadang siang malam memadamkan api yang terus menyala,’’ kata Gubernur Zul.

Ia yakin, dengan kerja keras seluruh unsur, masalah ini akan segera bisa diatasi, terutama Pemkot Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang terus berkordinasi bersama untuk tugas yang tidak sederhana ini.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *