Peran BI Sangat Diperlukan dalam Regulasi Transaksi Digital

Suasana pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi NTB, di Aula Kantor Perwakilan BI NTB, Selasa (22/10).
Suasana pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi NTB, di Aula Kantor Perwakilan BI NTB, Selasa (22/10).

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Peran Bank Indonesia (BI) dalam memberikan regulasi yang jelas terkait transaksi digital, sangat diperlukan. Sehingga semua proses transaksi digital dapat berlangsung dengan aman dan sesuai aturan.

Demikian disampikan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang diwakili Asisten II Setda Provinsi NTB, Ridwan Syah saat menghadiri The 1st International Conference On Finance Business and Banking (ICFBB) yang dilaksanakan Fakuktas Ekonomi Bisnis UIN Mataram, sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi NTB, di Aula Kantor Perwakilan BI NTB, Selasa (22/10).

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamudin Amy yang juga diberikan amanah dan resmi dilantik sebagai Sekretaris Umum pada Badan Pengurus Harian PW MES NTB tersebut menambahkan, bahwa MES dibentuk sebagai bagian dari ikhtiar Pemprov NTB yang saat ini sedang giatnya membangun dan mengembangkan pariwisata halal.

‘’MES NTB akan berusaha seoptimal mungkin meningkatkan keuangan ekonomi syari’ah secara literasi dan inklusi di berbagai bidang,’’ katanya.

Najamudin yang baru saja meraih predikat sebagai peserta Istimewa Terbaik 1 Diklatpim II 2019 menjelaskan, NTB menjadi provinsi yang bank daerahnya merupakan Bank Syari’ah penuh di seluruh pelosok NTB. ‘’Kehadiran MES yang secara ex officio dibina langsung oleh Gubernur NTB, akan menjadi sinergi dalam mewujudkan ekonomi yang syari’ah menuju NTB Gemilang,’’ ujarnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur NTB yang disampaikan Ridwan Syah dijelaskan, saat ini sedang memasuki era revolusi 4.0, yang ditandai dengan tingginya aktivitas digital masyarakat hampir di seluruh sendi kehidupan. Efek dari perkembangan revolusi ini, sangat terasa sekali dampaknya serta membawa tantangan hampir di setiap bidang, tak terkecuali perekonomian.

Khusus di NTB, kata Ridwan Syah, dapat dibilang tumbuh dengan pesat. Hal ini ditandai juga dengan maraknya perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi. ‘’Pada era ini semua menjadi mudah. Teknologi telah menjembatani kepentingan produsen, konsumen, dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu,’’ katanya.

Ridwan Syah juga mengingatkan, berbagai kemajuan yang dilahirkan oleh kondisi ini, tentu membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran ekonomi digital, selain membuka banyak peluang bisnis barat yang memanfaatkan teknologi serta mengurangi pengangguran, juga dapat menjadi ancaman bagi pelaku bisnis konvensional. Karena harus diakui, ekonomi digital umumnya memang lebih akrab dengan para generasi milenial.

Tantangan pemerataan serta masalah keamanan bertransaksi digital merupakan hal yang paling sering didengar. Terlebih maraknya penipuan di dunia maya, yang membuat sebagian masyarakat enggan bertransaksi secara digital.

Adapun pengurus yang dilantik oleh Sekjend MES Pusat, Edy Setiadi adalah Prof Dr Mansyur Afifi selaku ketua dewan pakar, Baiq Mulianah selaku Ketua Umum, dan Najamuddin Amy selaku Skretaris Umum. Pelantikan PW MES NTB tersebut disaksikan langsung oleh Kepala BI dan Kepala OJK Perwakilan NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here