Pilkades, Isu Miring Tak Goyahkan Samsul Hakim Jadi Kades Tiga Periode

Kades Lalar Liang, Samsul Hakim bersama Presiden Jokowi saat kunjungan di KSB.

Oleh: Fajar Ngudi P. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ada yang menarik dari pesta demokrasi Pilkades serentak 20 Oktober 2019 lalu. Isu miring yang dibangun lawan politik tak bisa mempengaruhi masyarakat Desa Lalar Liang, Kecamataan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, untuk tidak memilih kembali Samsul Hakim, hasilnya malah menang telak.

Meski diterpa isu korupsi yang menghebohkan, keyakinan dan kepercayaan bahwa dirinya tidak berbuat salah, malah membuat dirinya mendapat kepercayaan dari masyarakat maju kembali memimpin desanya untuk yang ketiga kalinya. Empat pasangan calon bersaing di Desa Lalar Liang saat Pilkades lalu, ketiganya mendapatkan angka jauh di bawah Samsul Hakim. Di mana, Samsul Hakim malah mendapatkan 467 suara.

Samsul, panggilan akrap Kades ini, saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (25/10), merasa terharu menceritakan bagaimana dirinya bersaing dan maju kembali menjadi Kepala Desa yang ketiga kalinya. ‘’Saya maju lagi kali ini atas dukungan dan dorongan dari masyarakat. Diberikannya kepercayaan ini tidaklah mudah, kita harus komit, jujur dan bersungguh-sungguh dalam bekerja,’’ katanya.

Ia melihat kuasa Allah mengalahkan segalanya. Jika hambanya sabar dan tawakal serta percawa kepada-Nya, maka musuh-musuh jahatnya akan tumbang. Tak berhenti sampai di situ, pasca kemenangannya kini masih di goyang lawan politiknya untuk bisa ditumbangkan lagi, agar dirinya gagal dilantik. Namun, ia terus berpasrah diri agar musuh yang mengusiknya bisa sadar bahwa pesta demokrasi telah usai, menang kalah sudah biasa, yang kalah harus legowo menerimannya dan yang menang jangan sombong. Inilah pendidikan politik demokrasi yang sebenarnya.

Melihat kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada dirinya  untuk memimpin kembali, membuat Samsul semakin bersemangat kuat dan ingin membuktikan pembangunan di Desa  Lalar Liang akan semakin maju serta menunjukkan kepada masyatakat bahwa dirinya bisa transparan.

Inilah politik meski hanya di tingkat desa, politik tetap politik kawan bisa jadi lawan, ingin menang pakai segala cara yang ditempuh baik yang lurus ataupun jahat. ‘’Tapi jangan lupa, ada tangan Tuhan yang bergerak di situ untuk menempatkan hambanya yang pantas menduduki jabatannya,’’ ujar Samsul penuh keyakinan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply