Apel Hari Sumpah Pemuda, Wagub NTB Jadi Inspektur Upacara dan Bacakan Amanat Menpora

161
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah (tengah) foto bersama usai apel Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah (tengah) foto bersama usai apel Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi NTB menggelar upacara Hari Sumpah Pemuda ke-91, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (28/10). Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali sesuai dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu ‘’Bersatu Kita Maju’’. ‘’Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa,’’ katanya.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memiliki dampak positif dan negatif, menjadi sebuah tantangan bagi para pemuda saat ini. Pemuda bisa membendung dampak negatif tersebut dengan memfilter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

‘’Canggihnya ilmu pengetahuan serta mudahnya akses ke sosial media menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan lintas agama dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam. Di sinilah peran para pemuda untuk bersaing dalam segi apapun tentunya dalam hal positif,’’ ujar Menpora.

Menpora juga berharap, ke depannya akan banyak muncul tokoh pemuda yang mendunia, yang mampu memberikan warna untuk mengubah dunia, dengan tekad dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki.

Walaupun tantangan pemuda terdahulu dengan pemuda masa kini sangat berbeda. Namun, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni persatuan dan kesatuan bangsa.

‘’Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas para pemuda saat ini yaitu harus tangguh membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, kemudian menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,’’ katanya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here