Ajang Anugerah Duta Informasi 2019 Banjir Hadiah

Plt Kepala Diskominfotik NTB, I Gde Putu Aryadi saat memberikan hadiah kepada para pemenang lomba pada ajang Anugerah Duta Informasi tahun 2019 bertajuk ‘’Ekonomi Kreatif dan Zero Waste’’.
Plt Kepala Diskominfotik NTB, I Gde Putu Aryadi saat memberikan hadiah kepada para pemenang lomba pada ajang Anugerah Duta Informasi tahun 2019 bertajuk ‘’Ekonomi Kreatif dan Zero Waste’’.

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Para pemenang lomba pada ajang Anugerah Duta Informasi tahun 2019 bertajuk ‘’Ekonomi Kreatif dan Zero Waste’’ dibanjiri hadiah uang, sertifikat penghargaan, lapangan pekerjaan hingga rumah. Anugerah Duta Informasi 2019 yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria Mataram, Jumat (1//11), diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB itu, mendapat dukungan penuh dari media dan lembaga partner lainnya.

Mereka dalam sebulan terakhir telah berkolaborasi menggelar 4 kategori lomba karya jurnalistik dan entertaiment. Dari lomba itu, lahir 16 orang juara dengan talenta-talenta berbakat di bidang informasi, komunikasi dan media. Di antaranya; 6 pemenang Akademi Presenter yang diinisiasi INews TV Group bekerja sama dengan KPID NTB, Diskominfotik NTB dan Arief Foundation & Dasa Graha Group. Lomba ini sebelumnya diikuti oleh 71 peserta yang mendaftar dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Kemudian, 9 pemenang lomba Video Pendek atau Vlog, Phonegraf dan lomba Poster bertajuk ekonomi kreatif, zero waste dan berbagai keunggulan tentang NTB. Lomba ini diikuti 200 peserta yang mendaftar dan mengirimkan hasil karyanya kepada panitia. Di samping hadiah untuk pemenang lomba, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah juga menyerahkan penghargaan kepada seniman perupa ramah IT.

Para juara, selain menerima hadiah uang dan piagam penghargaan, juga mendapatkan voucher uang muka pembelian rumah dari Owner Arief Foundation dan Dasa Graha Group, Dr (Hc) H Muhammad Rusni.

Di antaranya, kepada juara 1 pemenang lomba Akademi Presenter diberi hadiah uang tunai Rp1,5 juta dan voucher uang muka rumah senilai Rp30 juta. Kemudian juara 2 uang tunai Rp1 juta ditambah voucher uang muka rumah Rp25 juta. Juara 3 diberi hadiah uang tunai Rp750 ribu ditambah voucher uang muka rumah Rp20 juta.

Serta pemenang 4 hingga pemenang 6 diberi hadiah uang tunai masing-masing Rp500 ribu ditambah voucher uang muka rumah masing-masing Rp15 juta dan Rp10 juta. Dan bagi pemenang yang berminat menjadi presenter di media TV, maka INews TV Group, membuka kesempatan bagi mereka untuk langsung diterima menjadi karyawan presenter.

Berbeda dengan pemenang Akademi Presenter, para pemenang Lomba Vlog, Phonegrafi, Poster dan Seniman Perupa Ramah IT, hanya diberi uang pembinaan dari Diskominfotik masing-masing sebesar Rp2,5 juta ditambah voucher uang muka rumah dari Arief Fondation & Dasa Graha Groups masing-masing senilai Rp5 juta.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Iswandi mewakili Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dalam sambutannya saat penyerahan hadiah menegaskan, pentingnya informasi dan literasi media dalam semua aspek kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk menguasai informasi dari berbagai aspek, sehingga dapat mengikuti perkembangan dunia.

‘’Masyarakat kita butuh ketersediaan informasi seluas-luasnya, dan badan publik wajib melakukan pembinaan atau penguatan literasi serta menyediakan layanan informasi publik yang mudah diakes,’’ katanya.

Sekda yang akrab disapa Pak Is ini menyebut 5 isu pokok yang berbasis informasi dan komunikasi. Pertama di bidang demokrasi dan demokratisasi. Sebagai negara yang ingin menjadi negara demokrasi yang besar, kata Sekda, maka membutuhkan kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam semua proses pembangunan.

Dan ini membutuhkan kemampuan masyarakat untuk menguasai informasi, kemudian memilih dan memilah serta memanfaatkan informasi itu untuk kemajuan bersama. Kedua, terkait dengan tantangan dan persoalan negara ini ke depan adalah globalisasi. ‘’Itu juga dibutuhkan informasi untuk bisa mengikuti perkembangan dunia,’’ ujarnya.

Ketiga, Sekda menekankan pentingnya literasi media di tengah-tengah negara yang multikultur dan majemuk, terlebih memasuki demokratisasi dan globalisasi. Sebab, menurutnya permasalahan yang sering terjadi di tengah masyarakat yakni konflik. ‘’Itu juga penyebabnya karna informasi. Tentunya, miskomunikasi, masalah informasi tidak akurat, hoax, dan lain-lain,’’ ucapnya.

Demikian juga dengan persoalan keempat dan kelima, berkaitan dengan masalah korupsi dan good government, semuanya menyakut informasi dan keterbukaan. ‘’Pemerintahan yang tertutup, cenderung tidak baik,’’ kata mantan Kepala BPKAD itu.

Menurutnya, beragam lomba karya jurnalistik dikemas dalam Anugerah Duta Informasi tahun 2019 oleh Diskominfotik NTB dan seluruh stakeholders seperti KI, KPID dan mitra kerja lainnya, dinilainya sebagai langkah strategis yang harus terus dilakukan dan diperluas hingga menjangkau semua masyarakat.

Sebelumnya, Plt Kepala Diskominfotik NTB, I Gde Putu Aryadi mengungkapkan, penyerahan hadiah kepada pemenang lomba karya jurnalistik dalam ajang Anugerah Duta Informasi 2019 ini merupakan pemanasan awal menuju 2 event puncak dalam upaya membuka ruang ekspresi dan partisipasi kepada publik untuk ikut aktif dalam membangun NTB menuju Gemilang.

Event puncak itu, kata Aryadi adalah Gelar Gebyar Keterbukaan informasi publik dan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) pada tanggal 7 Nopember 2019 mendatang, yang akan menghadirkan ribuan orang dari semua level pejabat publik dan respresentasi rakyat. Bahkan acara itu dapat diibaratkan seperti kegiatan Jumpa Zul-Umi Rohmi akbar.

Kemudian pada tanggal 17 November 2019, dilanjutkan dengan Gelar Anugerah Penyiaran dengan tema ‘’Siaran Sehat Untuk NTB Gemilang’’. Ada 16 kategori lomba yang digelar Diskominfotik bersama KPID dan mitra kerja lainnnya. Dan karya jurnalistik yang terlibat dalam lomba ini, sudah lebih dari 200 karya.

Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB itu juga menjelaskan tugas dan fungsi Diskominfotik yang dipimpinnya, semakin dinamis dan kompleks. Di era digital ini, kata Aryadi, peran memproduksi dan menyebarkan informasi tidak lagi hanya menjadi milik dan tugas pewarta atau pemilik media dan pemerintah semata. Tapi semua warga dengan teknologi digital yang dengan mudah dapat memproduksi dan menyajikan informasinya ke ruang publik.

Oleh karena itu, ia bersama stakeholders terkait, yakni KPID, KI, MUI, NGO, termasuk tokoh-tokoh masyarakat menjalankan fungsi penguatan literasi media, melakukan pembinaan dan fasilitasi kepada berbagai komunitas dan masyarakat luas, termasuk penguatan literasi kaum milenial agar bijak dan mampu memanfaatkan media untuk hal-hal yang produktif.

Selain fungsi membangun kesadaran informasi masyarakat, kata Aryadi, pihaknya juga menjalankan peran sebagai PPID Utama Pemerintah Provinsi NTB, untuk terus memperkuat kualitas keterbukaan dan layanan informasi publik pada badan-badan publik di lingkungan Pemprov NTB. Karena itu, kemitraan dan fasilitasi bersama KI NTB dalam melakukan pembinaan, akan terus ditingkatkan.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here