Tiga Petinggi KSB Warning Tim Fasilitator Segera Selesaikan SPJ

Suasana rapat koordinasi dan evaluasi proses percepatan rehab rekon wilayah KSB, di Aula Setda KSB baru-baru ini.

Oleh: Fajar Ngudi P. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) rumah korban gempa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Adanya permasalahan yang terjadi di lapangan, membuat tiga petinggi di KSB, dalam hal ini Bupati Sumbawa Barat, H.W Musyafirin; Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa; dan Komandan Kodim (Dandim) 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto mengevaluasi jalannya proses tersebut. Di mana, ketiga petinggi KSB ini mewarning tim fasilitator untuk segera menyelesaikan SPJ rehab rekon rumah korban gempa tersebut.

‘’Alhamdulillah, kita dapat berkumpul untuk mengevaluasi dan menyamakan persepsi tentang rehab rekon perbaikan rumah warga yang terdampak gempa bumi di wilayah KSB. Pada prinsipnya kita dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu percepatan rehab rekon harus penuh semangat dan kerja keras. Kepada para tim fasilitator  supaya warga yang terdaftar diberikan bantuan dan lebih dipacu lagi progresnya dalam penuntasan penyelesaian SPJ,’’ kata Bupati Sumbawa Barat, H.W Musyafirin dalam rapat koordinasi dan evaluasi proses percepatan rehab rekon wilayah KSB, di Aula Setda KSB baru-baru ini.

Status kerusakan yang sering berubah-ubah, kata Bupati Musyafirin, menjadikan kesulitan tim fasilitator untuk mendata ulang lagi penetapan status akhir. Masuknya dana Rp40 miliar dinilai seluruh rumah rusak ringan (RR) dan rumah rusak berat (RB), sudah dinyatakan progresnya 100%. Untuk yang rumah RR dananya sebesar Rp83,7 miliar akan segera dicairkan. Dan bagi para tim fasilitator harus sesegera mungkin untuk menyelesaikan SPJ-nya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa mengatakan, tujuan menggumpulkan tim fasilitator tak lain untuk mendukung progres percepatan rehab rekon perbaikan rumah warga korban gempa di wilayah KSB. ‘’Kami minta untuk minggu depan kita sisir dari wilayah Poto Tano sampai wilayah Sekongkang untuk percepatan penyelesaiannya,’’ kata Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa.

Karena ini adalah tugas kemanusiaan yang diemban bersama-sama. Jadi, ia memita dukungan kepada fasilitator TNI, Polri dan fasilitator sipil untuk sama-sama minyisir selama 2 minggu ke depan. Hal ini dilakukan demi untuk menyelesaikan SPJ-nya. ‘’Kepada rekan-rekan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ASN pendamping yang sudah bekerja keras dalam membantu percepatan progres rehab rekon, saya berterimah kasih karena selama kalian menjalankan tugas sebagai tim fasilitator sampai saat ini kami tidak menemukan permasalahan yang berarti di lapangan. Sekali lagi kami ucapkan terimah kasih,’’ ujarnya.

Percepatan penyelesaian SPJ ini juga disampaikan oleh Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto. Ia mengatakan, percepatan progres rehab rekon perbaikan rumah warga dari dana yang Rp83,7 miliar untuk rumah RR supaya segera menyelesaikan SPJ-nya dan harus sudah masuk ke rekening Pokmas masing-masing sebelum jatuh tempo kontrak tanggal 25 Desember 2019. ‘’Khususnya yang memegang anggaran, jangan sampai di wilayah kita ada yang menyalahgunakan anggaran tersebut. Kami bersama pihak kepolisian selalu memantau progres perbaikan rehab rekon rumah warga terdampak gempa di lapangan,’’ kata Dandim.

Di sisi lain, tim fasilitator KSB berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang baik dalam menyelesaikan SPJ. ‘’Kita harapkan kepada tim terkait untuk sesegera mungkin menyelesaikan SPJ pembangunan rumah RR, RS dan RB,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB, HL Muhamad Ashar.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply