Masih Pro-Kontra Perubahan Nama Bandara LIA Mendapat Perhatian Serius Gubernur NTB

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Masih terjadinya pro dan kontra perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandara Internasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mendapat perhatian serius dari Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah. Ia mengatakan bahwa akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang menginformasikan dirinya melalui pesan singkat akan terjadi unjuk rasa besar-besaran menolak perubahan nama Bandara LIA itu.

‘’Menurut saya, demo wajar-wajar saja di era demokrasi seperti sekarang ini sebagai bentuk freedom of expression, adanya kebebasan berekspresi,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, Ahad (17/11).

Gubernur Zul menegaskan, demo dan turun ke jalan adalah pilihan untuk berekspresi jikalau ada kebuntuan komunikasi dan tak mungkin lagi bisa membangun jembatan pengertian.

Hanya saja, dalam konteks perubahan nama Bandara LIA kata Gubernur Zul, kebuntuan komunikasi itu nyaris tidak terjadi. Semua pihak yang berbeda pendapat, bisa bertemu dan saling membangun pengertian dengan wajar. Bahkan, dirinya bersama Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT justru telah satu suara akan hal ini.

‘’Ketika keputusan Pemerintah Pusat untuk mengganti nama Bandara LIA menjadi Bandara Internasional ZAM, sebagai yang muda saya sowan ke Pak Bupati Lombok Tengah dan meminta pendapat beliau,’’ ujarnya.

Ketika menemui Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT, Gubernur Zul mengatakan bahwa bupati setuju dan sudah tidak ada masalah apa-apa. Hanya saja, kata Gubernur Zul, Bupati Suhaili meminta keputusan ini dikongkretkan setelah Pilpres 2019, agar daerah ini aman dan kondusif. ‘’Saya setuju dan saya kira ada benarnya,’’ ucapnya.

Gubernur Zul menjelaskan, perubahan nama Bandara LIA ini adalah keputusan pemerintah pusat, bukan keputusan Gubernur NTB atau Bupati Lombok Tengah. ‘’Keputusan mengganti nama Bandara LIA dengan nama Bandara Internasional ZAM bukan karena beliau pendiri NW atau apa. Tapi, karena penghargaan pemerintah pusat kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional. Beliau milik kita semua bangsa Indonesia. Beliau bukan milik kelompok atau daerah tertentu. Beliau kebanggaan kita semua,’’ kata Gubernur Zul.

Lagipula, di daerah-daerah lain, penggunaan nama pahlawan nasional yang berasal dari daerah tersebut sebagai nama bandara, merupakan hal yang sangat lazim.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy mengatakan, perubahan nama Bandara LIA menjadi Bandara Internasional ZAM harus disikapi dengan lapang dada. Apalagi katanya, keputusan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menanggapai keputusan atas perubahan nama Bandara LIA menjadi Bandaran Internasional ZAM tersebut. Kalau ada yang merasa tidak puas, ia meminta agar menyampaikannya dengan cara-cara yang baik, sehingga daerah ini tetap aman, nyaman membahagiakan semua pihak.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply