Satpol Airud Polres Lobar Gelar Kegiatan Quick Wins 1 di Pantai Senggigi

Kasat Polairud Polres Lombok Barat, IPDA I Gusti Made Suarjaya (tengah) saat memberikan arahan dan sosialisasi tentang kelompok radikalisme dan anti pancasila serta memberikan pesan-pesan Kamtibmas.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Satuan Kepolisian Air Udara (Satpol Airud) Polres Lombok Barat (Lobar) melaksanakan kegiatan Quick Wins 1, di Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Sabtu (16/11).

Kegiatan yang bertemakan tentang penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila itu, dihadiri oleh kepala dusun (Kadus) dan 20 orang perwakilan nelayan.

Kepala Satuan (Kasat) Polairud Polres Lombok Barat, IPDA I Gusti Made Suarjaya dalam kesempatan itu memberikan arahan dan sosialisasi tentang kelompok radikalisme dan anti pancasila serta memberikan pesan-pesan Kamtibmas. Selain itu, Mades Suarjaya juga memberikan edukasi keselamatan di laut dan tindak pidana perairan.

‘’Kegiatan ini kami lakukan untuk lebih meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap warga baru di lingkungan sekitar guna mengantisipasi terkait munculnya kelompok radikal, terorisme dan pemahaman baru,’’ kata Made Suarjaya.

Made Suarjaya menjelaskan, terorisme tidak hanya menimbulkan kerugian materi dan nyawa, namun dapat menciptakan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Sehingga hal ini dapat mencabik ikatan persaudaraan dan nilai-nilai toleransi yang sejatinya menjadi kultur budaya bangsa di negeri ini.

Banyak ajaran agama yang melenceng karena belajar tidak dari sumber yang tepat. Dan radikalisme ini berkembang karena pemahaman terhadap agama yang keliru. Jadi, perlu untuk kerja sama semua pihak agar proses pencegahan perkembangan radikalisme bisa berjalan baik. Karenanya, Made Suarjaya mengajak kepada masyarakat nelayan untuk lebih waspada terhadap warga pendatang baru yang memiliki pemahaman yang baru terkait kelompok radikalisme ini.

Para nelayan saat menerima pembagian sembako.

‘’Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Karena Pancasila merupakan ideologi pemersatu yang paling sesuai bagi bangsa yang majemuk. Kemajemukan bangsa Indonesia harus dijaga. Oleh karena itu, semua pihak harus mencegah berkembangnya gerakan yang memaksa untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Jadi, sebagai generasi muda bahwa akhir-akhir ini ada upaya untuk memecah belah kesatuan NKRI, maka dari itu diharapkan sebagai pewaris nilai-nilai patriotisme untuk tetap menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI,’’ ujarnya.

Made Suarjaya juga mengajak masyarakat nelayan untuk lebih peduli terhadap kelestarian ekosistem laut dan tidak membuang sampah plastik di laut. ‘’Kami mengimbau kepada masyarakat nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca. Apabila terjadi cuaca buruk, agar masyarakat nelayan untuk tidak melaut guna meminimalisir kecelakaan di laut,’’ katanya.

Di penghujung acara dilakukan pembagian sarana kontak berupa lifejacket, lifeboy, sembako, naskah pancasila dan bendera merah putih. Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.00 Wita itu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan warga nelayan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply