Laga Berempuk, Tinju Bebas Ala Adat Sumbawa

Wabup Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin; Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Edy Oswaronto dan Ketua DPRD KSB beserta tamu undangan lainnya saat menyaksikan laga Berempuk.

Oleh: Fajar Ngudi P. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ribuan orang berjubel menyaksikan laga Berempuk (saling pukul, Red). Tinju bebas ala adat Sumbawa itu, berlangsung di Alun-Alun Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (19/11).

Acara berempuk yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini dalam rangka untuk memeriahkan Harlah (hari lahir) KSB yang ke-16. Pesertannya pun bukan hanya dari KSB saja, tapi ratusan orang datang dari Kabupaten Sumbawa untuk ikut menyaksikan dan bahkan puluhan orang juga ikut bermain menjadi peserta.

Bersorak sorai penonton mengiringi para jawara yang ikut bertanding. Ketegangan mewarnai acara saat dimulai. Sebab, pertandingan berempuk tanpa pengaman tangan dan kepala. Hanya tangan peserta menggenggam jerami padi. Puluhan jawara beradu kuat dalam pertandingan tradisional Sumbawa, Berempuk (saling pukul). Acara kali ini dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin.

Wabup Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin dalam sambutannya mengatakan, meski berempuk adalah olahraga keras, namun pukulan jawara tidak boleh mematikan. Sesuai fungsinya, berempuk adalah wahana menyaring dan latihan prajurit kerajaan Sumbawa. Tujuannya untuk mendapatkan prajurit yang tangguh dan siap bersama-sama menjaga kerajaan Sumbawa. Untuk itu, semangat berempuk harus dijaga dalam konteks kekinian, yakni untuk bersinergi bersama membangun Tana Samawa.

Peserta bersorak sorai saat pelaksanaan acara berempuk.

Hadir menyaksikan pertandingan berempuk adalah Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, Pimpinan DPRD KSB, Sekda Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Waka Polres Sumbawa Barat, Kepala BNN KSB, Ketua GOW KSB dan pejabat lainnya.

Kali ini ribuan pasang mata warga KSB terhibur dengan pertandingan yang akhirnya melahirkan sembilan jawara sebagai pemenang di tiga kelas yang berbeda. Berbagai hadiah diterima para pemenang, mulai dari televisi, kipas angin, kulkas dan hadiah hiburan lainnya.

Berempuk, hanya ajang unjuk prestasi budaya tanah Samawa bukan unjuk keberanian yang mengakibatkan kebencian, tapi Berempuk melestarikan budaya yang hilang agar lestari di permukaan Bumi Pariri Lema Bariri.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply