Bupati Lotim Gelar Pisah Sambut Ketua PN Selong

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat memberikan sambutan pada acara pisah sambut Ketua PN Selong.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy menggelar pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1B Selong, Lotim. Pisah sambut Ketua PN Selong ini, dari Wari Yuniati, SH., MH yang dimutasi ke PN Kelas 1A Kupang, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT) dan digantikan oleh Chitta Cahyaningtyas, SH., MH. Pisah sambut Ketua PN Kelas 1B Selong, berlangsung di Pendopo Bupati Lotim, kemarin.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengatakan, PN kelas 1B Selong merupakan sebuah lembaga peradilan di lingkungan Peradilan Umum, sebagai Pengadilan tingkat pertama, dan berfungsi untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata, bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya.

Pengadilan telah memberikan proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel dalam menyelesaikan perkara di Lotim. Terbukti, hasil laporan kinerja Pengadilan Negeri Selong, tingkat kepuasan pelayanan peradilan mencapai 79,05 persen. Selain itu, Pengadilan Negeri Selong juga telah meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan pinggiran dalam penyelesaian perkara di luar gedung pengadilan. Termasuk, memberikan keadilan golongan tertentu untuk mendapatkan bantuan hukum (Posbakum).

‘’Kami berharap apa yang telah dilakukan selama ini, dapat diteruskan dan ditingkatkan oleh Ketua PN Selong yang baru dan jajarannya,’’ kata Bupati Lotim, HM Sukiman seraya mewakili masyarakat Lotim berterima kasih atas jasa dan pengabdian Wari Yuniati selama menjabat Ketua PN Selong.

Sukiman menjelaskan, beberapa waktu lalu di Jakarta, Presiden Joko Widodo memgumpulkan semua menteri, Polri, TNI sampai kepala daerah untuk memberikan arahan. Banyak point yang menjadi catatan sekaligus harapan Presiden Jokowi. Salah satu harapan Presiden Jokowi adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) diharapkan harus mewujudkan sinergitas utuh, bulat dan satu. Tidak ada saling lirik, merasa paling tinggi satu sama lain. Dan disyukurinya, sinergitas itu sudah dibuktikan di Lotim dan penuh kebersamaan. Kebersamaan utuh diharapkannya tetap terjaga dan utuh sampai seterusnya.

Kedua kata Bupati Sukiman, Forkompinda mewaspadai masalah kecil, jangan sampai dibiarkan menjadi bola salju, sehingga menjadi sulit untuk diatasi. Selama ini penyelesaian masalah di Lotim, selalu dilakukan secara bersama-sama. Salah satunya penyelesaian masalah Jurang Koak, Ahmadiyah dan beberapa masalah lainnya. Sekecil apapun masalah ditemukan di lapangan, harus sama-sama mengatasinya.

Arahan Presiden Jokowi yang lainnya lanjut Bupati Sukiman, masalah integritas. Forkompinda di Lotim sudah menandatangani Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Termasuk, bagaimana memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, bagaimana menghilangkan mindset untuk dilayani masyarakat, tetapi menjadi pelayan masyarakat.

‘’Harapan kami ke depan, siapa pun pejabat yang datang, sinergitas harus lebih baik lagi,’’ ujarnya dengan nada berharap sembari memberi ucapan selamat pada Wari Yuniarti, yang mendapat promosi jabatan ke PN Kelas 1A Kupang, dan berharap bisa kembali ke NTB, menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Mataram.

Dalam kesempatan itu, Wari Yuniati saat memberikan pesan dan kesannya, selama menjabat Ketua PN Kelas 1B Selong Lotim, ia datang ke Lotim pada 2017 lalu, dan menjabat Wakil Ketua PN Kelas 1B Selong. Setahun kemudian dilantik menjadi Ketua PN dua hari setelah gempa besar melanda Lombok. Ketika itu dilantik di halaman PN, karena takut gempa. Bahkan ketika itu, salah satu hakim yang berdiri di sampingnya saat dilantik, langsung sakit hingga saat ini. Setelah 15 bulan menjabat di Lotim, mendapat tempat tugas baru di Kupang, dan sudah dilantik di Pengadilan Tinggi Negeri Mataram pada Selasa lalu (12/11).

Yang paling berkesan ucapnya, kerja sama Forkompinda dan khususnya bantuan Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy sangat besar, sehingga pekerjaan berjalan baik. Salah satunya seperti pencanangan zona integritas dan penandatanganannya di Pendopo Bupati, melibatkan sejumlah instansi terkait. Dan paling berkesan sekali katanya, sempat ngeprank Kapolres Lotim ketika itu sedang ulang tahun.

‘’Banyak pekerjaan yang sudah diselesaikan. Tunggakan eksekusi juga masih banyak, dan nanti dilanjutkan oleh pimpinan baru. Khusus biaya perkara, sudah disamakan dengan Pengadilan Agama, berdasarkan radius,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua PN Kelas 1B Selong Lotim yang baru, Chitta Cahyaningtyas membeberkan riwayat tugasnya di sejumlah daerah sebagai Ketua PN. Ke depan kata Chitta, ia meminta bantuan Bupati Sukiman untuk bersama-sama sosialisasi bagaimana biaya perkara yang cepat, mudah dan ringan. Ia juga berharap semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, mengingat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan eksekusi.

‘’Dukungan semua pihak sangat saya harapkan, agar dapat melaksanakan tugas di Pengadilan, dengan memperhatikan masyarakat. Karena masyarakat perlu dapat kemudahan dalam pelayanan,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply