Gubernur NTB Terima Audiensi Tim JMP UNICEF

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menerima audiensi tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF, di ruang kerjanya, (3/12).
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menerima audiensi tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF, di ruang kerjanya, (3/12).

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menerima audiensi tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF, di ruang kerjanya, (3/12). Dalam kesempatan itu, tim JMP melaporkan hasil kunjungan lapangan dan advokasi pelaksanaan BASNO/setop BAB sembarang dan pengelolaan sanitasi domestik aman yang dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur Zul mengatakan, penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik bertujuan untuk meningkatkan akses layanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan, sehingga tercapai peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik dan sehat. ‘’Peningkatan kesadaran dan partisipasi dari seluruh pemangku kebijakan sangat dibutuhkan dalam membangun sanitasi yang baik di KSB,’’ katanya.

Permasalahan sanitasi, lanjut Gubernur Zul, bukan hanya sekadar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tetapi permasalahan perilaku hidup bersih masyarakat. Strategi untuk meningkatkan kondisi sanitasi di kabupaten Sumbawa Barat tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana secara fisik tetapi perlu kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat.

‘’Perlu adanya komunikasi yang baik, sehingga pembangunan sanitasi di daerah kita ini bisa terus berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarkat kita di KSB,’’ ujarnya.

Sementara itu, Chief of WASH-UNICEF Indonesia, Ann Thomas dalam kesempatan itu menjelaskan, pelayanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan adalah layanan yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke badan/sumber air. Layanan ini mencakup penampungan yang memenuhi standar teknis tangki septik kedap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sistem penyedotan/transportasi yang memastikan lumpur tinja sampai ke unit pengolahan, serta unit pengolahan limbah yang berfungsi (IPLT/IPAL). ‘’Banyak kita lihat penyakit disebabkan oleh kualitas rendah sanitasi yang mengancam kesehatan dan perkembangan anak, itu semua harus kita kurangi,’’ katanya.

Beberapa tujuan program STBM di KSB ini yaitu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menurunkan angka penderita yang disebabkan oleh penyakit yang berbasis lingkungan, dan mewujudkan lingkungan sehat dan bersih dari desa hingga wilayah. ‘’Dari seluruh pilar STBM tersebut, akan kami koordasikan dengan Tim kerja STBM dari tingkat desa hingga kelurahan,’’ ujarnya.

Sebagai tambahan, lanjut Thomas, terdapat enam hasil kunjungan pertama dan kedua Tim UNICEF di Kabupaten Sumbawa Barat. Thomas merincikan, yang pertama; pengisian dan penyusunan instrumen penilaian pengelolaan sanitasi. Kedua; memastikan komitmen pemerintah KSB setelah mencapai Setop Buang Air Sembarangan. Ketiga; tim UNICEF berencana membuat video inspirasi dan film dokumenter program STBM KSB. Keempat; tim UNICEF berkomitmen untuk menjadikan KSB sebagai kabupaten percontohan. Kelima; bersedia memfasilitasi kegiatan Advokasi Horisontal Learning (AHL) tingkat nasional terkait dengan kebijakan sanitasi aman. Keenam; bersedia memberikan bantuan peningkatan kapasitas kelembagaan dan personalia pengelolaan sanitasi aman. ‘’Atas kepedulian dan komitmen kita bersama, kami yakin, pengelolaan sanitasi aman ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,’’ ucapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here