Ternyata, Lotim Punya Petani dan Nelayan Andalan

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat panen raya jagung.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sehari sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) menggelar rapat koordinasi (Rakor) tim penanggulangan kemiskinan berbasis data daerah. Rakor dipimpin langsung Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi SJ selaku ketua tim. Nampaknya, Lotim akan mampu lebih cepat dalam upaya penanggulangan kemiskinan karena telah memiliki kelompok petani dan nelayan andalan.

Terbukti, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy telah melantik pengurus Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lotim dan Kecamatan se-Kabupaten Lotim.

Pelantikan dan pengukuhan dirangkaikan dengan sarasehan/temu wicara dengan Kelompok Tani dan Nelayan se-Lotim, dilanjutkan panen raya jagung Hibrida BISI-18. Acara yang berlangsung di Kelompok Tani Rage II, Dusun Bagek Longgek, Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lotim, pada Kamis (5/12) itu, dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lotim, Camat Wanasaba, Kepala Desa, Pengurus KTNA, dan Kelompok Tani dan Nelayan se-Kabupaten Lotim.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat melantik Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) tingkat kabupaten dan kecamatan.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy dalam sambutan dan arahannya pada acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lotim, yang telah menyelenggarakan acara pengukuhan di tengah areal persawahan yang dinilai Bupati Sukiman merupakan simbol aktifitas para petani. Ini juga dapat dimaknai pengurus yang diamanahkan oleh anggota memahami betul apa yang dikerjakan, target yang ingin dicapai, serta hasilnya dan ke depan.

Bupati Sukiman juga mengapresiasi kesanggupan para anggota   sebagai ujung tombak dan perwakilan dari masyarakat petani yang menginginkan perubahan ke depannya. Meskipun Bupati Sukiman juga mengakui kondisi petani di Lotim belum berubah, seperti masyarakat di daerah ini masih ada yang menjadi petani penggarap.

Untuk itu, Pemkab Lotim melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lotim akan memfasilitasi apa yang menjadi usul serta saran dari para petani dan nelayan melalui para pengurus di tingkat kecamatan maupun para pengurus di tingkat Kabupaten Lotim. ‘’Kebutuhan air irigasi di wilayah selatan sebagaimana harapan para petani setempat, juga kebutuhan air minum bisa dituntaskan pada tahun 2020 nanti,’’ kata Bupati Sukiman.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply