Erwin Syahfutra Siregar Sampaikan Makna Natal bagi Bangsa dan Negara

Erwin Syahfutra Siregar bersalaman dengan para Jemaat Gereja Pentakosta saat perayaan Natal tersebut, Sabtu malam (14/12).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

TANJUNGBALAI, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bakal Calon Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Erwin Syahfutra Siregar, SH menghadiri acara Natalan di Gereja Pentakosta Tanjungbalai.

Dalam acara tersebut, Erwin Syahputra Siregar menyampaikan Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila. Karena itu, Indonesia menjamin adanya keragaman, pluralisme dan kebhinekaan. ‘’Di Indonesia, semua warga negara memiliki hak yang sama,’’ kata Erwin Syahfutra Siregar dalam kata sambutannya di hadapan Jemaat Gereja Pentakosta saat perayaan Natal tersebut, Sabtu malam (14/12).

Erwin mengatakan, tidak ada satu orang pun boleh mendapat perlakukan yang istimewa atau sebaliknya terdiskriminasi. Dalam hal memililih dan dipilih, semua orang juga memiliki hak yang sama. Dan ini sudah dibuktikan di beberapa daerah di Indonesia. ‘’Perbedaan bukan lagi masalah. Di NTT, yang mayoritas Katolik, Ketua DPRD-nya muslim. Di Sula, yang 93 mayoritas muslim, kepala daerahnya non-muslim. Jadi, semua sama kedudukannya. Kita sadari bahwa bangsa kita terdiri dari kemajemukan yakni suku, ras, serta agama. Dan itu bukanlah halangan bagi kita untuk beragama maupun beribadah, tetapi kemajemukan yang ada merupakan kekuatan bagi bangsa kita dan seni terindah dalam mencapai keadilan dan kemakmuran khususnya di Kota Tanjungbalai,’’ ujarnya.

Natal, kata Erwin, diharapkan menjadi kontribusi dalam mewujudkan kerukunan umat yang berbeda suku, ras, dan agama supaya tercapai tujuan amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 29 untuk menganut agama dan kepercayaan masing-masing serta beribadah. ‘’Selaku Bakal Calon Wali Kota Tanjungbalai yang akan ikut bertarung pada Pilkada 2020 mendatang dan atas nama peribadi, saya menyambut baik perayaan Natal ini, sebagaimana tertuang dalam 5 (lima) sila pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, persatuan di dalam perbedaan merupakan nilai yang sangat penting bagi masa depan Indonesia, terkhusus Kota Tanjungbalai. Di mana, kita semua harus hormat-menghormati dan saling harga-menghargai kebebasan beragama sehingga rasa nasionalisme kita semakin meningkat. Dengan demikian kedamaian dan kesejahteraan terwujud di mana-mana,’’ katanya.

Dengan kedamaian yang ada di Kota Tanjungbalai, kehidupan yang harmonis, rukun dan sejahtera, maka pembangunan akan semakin meningkat. Dan jangan terlalu cepat percaya terhadap isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat dan media sosial sehingga nantinya persatuan persaudaraan antar umat, suku, ras dan agama terpecah belah. Dan harapannya ke depan agar hubungan yang sudah terjalin erat antar umat beragama di Kota Tanjungbalai ini harus semakin ditingkatkan lagi.

Erwin menjelaskan, perayaan Natal yang sedang dirayakan ini sekiranya dapat mendatangkan keyakinan dan kebenaran yang membawa sukacita sebagai perwujudan kasih bagi semua pihak, menjadikan masyarakat yang hidup dalam kebenaran, tidak terjerumus dalam berbagai macam dosa dan kejahatan yang menimbulkan kebobrokan moralitas secara individu maupun kelompok, kepada seluruh masyarakat, seluruh pemuka agama, ahli ulama yang ada di Kota Tanjungbalai.

‘’Mari bersama-sama menciptakan dan mewujudkan Kota Tanjungbalai ke arah yang lebih baik lagi, mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah-daerah lain yang lebih maju, agar Kota Tanjungbalai yang kita cintai ini dapat berkembang sesuai harapan kita bersama,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply