Heboh, Penjemputan Mantan Kades Mendana Raya Oleh Warganya

Mantan Kades Mendana Raya, Muas Hassiguan (baju batik) saat baru keluar dari Rutan Selong yang disambut ratusan warganya yang datang menjemput.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Warga Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), membanjiri belataran Rutan Selong, Senin (23/12). Dengan cara berkonvoi puluhan minibus, ratusan rakyat desa tersebut, dengan suka-cita ikut menjemput kepulangan mantan kepala desanya, Muas Hassugian yang hari ini bebas penuh dari Rutan Selong setelah menjalani hukuman selama 1 tahun.

‘’Dengan ramainya masyarakat ikut menjemput kepulangan Muas Hassugian adalah sebagai pertanda kecintaan masyarakat terhadap saudara Muas Hassugian sebagai kepala desa di desa kami,’’ kata Mantan Ketua BPD desa setempat, Marzoan kepada Lomboktoday.co.id saat ditemui di sela-sela menanti keluarnya mantan kades, di depan Rutan Selong.

Tak hanya iring-iringan kendaraan penjemputan, setiba di rumahnya di Desa Mendana Raya, juga terlihat warga memadati halaman rumah Muas hingga ke bahu jalan raya turut menyambut. Mereka adalah kerumunan masyarakat yang tidak ikut menjemput ke Rutan Selong.

Dari pantauan Lomboktoday.co.id, beberapa menit setiba di rumahnya, sejumlah kades di wilayah Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru silih berganti datang bersilaturahmi sebagai bentuk solidaritas selaku rekan yang pernah sama-sama menjadi kades.

Sebagaimana diketahui, mantan kades yang terjerat kasus hukum pada periode kedua jabatannya ini, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram atas penyimpangan kebijakan penggunaan dana desa tahun 2016 lalu pada masa periode pertama menjabat kades.

Pada tahun tersebut, UU belum membolehkan dana desa diperuntukkan membeli tanah. Namun atas kesepakatan musyawarah desa, Muas Hasugian memotong pos-pos anggaran kegiatan lain untuk pengadaan tanah lokasi pembangunan Polindes dan membayar sisa hutang tanah lokasi kantor desa. Kebijakan tersebut tanpa masuk dalam perencanaan APBDes karena belum boleh.

‘’Memang, dalam kasus Desa Mendana Raya ini, tidak ditemukan unsur kerugian negara, hanya saja saudara Muas dinyatakan bersalah dan masuk kategori korupsi karena salah kebijakan. Atas dasar inilah yang menjadi tiket mantan kades Mendana membayar kesalahan dengan menghabiskan waktu satu tahun penuh di dalam Rutan Selong,’’ ujar Mantan Ketua BPD setempat seraya diamini Sekdesnya.

Tapi yang jelas, kata ketua BPD Mendana, sebagian besar rakyat desanya masih menginginkan saudara Muas Hassugian kembali menjadi kades baik melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) maupun melalui pemilihan langsung. Terbukti katanya, panitia seleksi PAW kades Mendana sudah dua kali memperpanjang masa pendaftaran calon, namun belum ada satupun bakal calon yang mendaftar.

Sejumlah sumber di Desa Mendana menyebutkan, tidak adanya balon yang mendaftar, sebagian besar warga ingin memberikan kesempatan kepada mantan kadesnya yang sudah bebas itu untuk mendaftarkan diri kembali.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply