Perawan Gadis 14 Tahun Ini Jebol Lantaran Pinjam Uang

Pelapor dan korban saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Lotim.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sungguh memilukan nasib yang harus ditanggung Melati (nama samaran), gadis yang baru akan tumbuh remaja usia 14 tahun di Dusun Dasan Bagik Timur RT006, Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Melati sebagai gadis yang masih imut ini harus kehilangan mahkota keperawanannya karena terenggut oleh nafsu bejat seorang kakek 53 tahun yang berprofesi sebagai buruh berinisial AH, warga Dusun Dasan Bagik Barat RT002, Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lotim. Alhasil, korban dan pelaku masih satu desa hanya beda kampung.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Md Yogi Purusa Utama kepada Lomboktoday.co.id, kasus ini belakangan terkuak berawal dari kecurigaan warga setempat dan menjadi pertanyaan warga sekitar baik tetangga korban maupun pelaku yang letaknya tak terlalu jauh bahwa ‘’ada apa Melati sering ke rumah AH pas waktu magrib dan Melati sering diberikan uang oleh AH’’.

Terduga pelaku inisial AH, warga Dusun Dasan Bagik Barat RT002, Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lotim.

Tak hanya itu yang menimbulkan kecurigaan warga, juga melihat perubahan fisik Melati baik cara berjalan maupun postur tubuhnya seperti laiknya wanita yang sudah tidak perawan lagi. Karena sudah ramai diperbincang warga, isu tersebut sampailah ke telinga bibik Melati bernama Nurdiana. Dan segera menyampaikan isu tidak sedap itu kepada saudaranya Siti Zulaeha (22 tahun) yang juga bibik Melati.

Menerima kabar buruk tentang keponakannya itu, Siti Zulaeha mempertanyakan kepada Melati tentang cerita tersebut dan awalnya Melati enggan menjawab pertanyaan bibiknya. Setelah berkali-kali mendapat interogasi dari bibinya, barulah Melati memberikan jawaban secara tidak langsung melainkan dengan menulis nota pada secarik kertas.

Melalui nota tersebut, Melati mengaku benar datang ke rumah AH dengan tujuan pinjam uang, namun dirinya diperlakukan tidak sopan yaitu disetubuhi dan itu berlangsung sebanyak 4 kali. Dan pelaku mengancam akan meminta ganti rugi uang yang sudah diberikan kalau sampai tidak melayaninya bersetubuh. Dan akhirnya Siti Zulaeha tidak tinggal diam dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lotim.

Siti Zulaeha mendatangi Mapolres Lotim pada Sabtu kemarin (28/12). Atas laporan tersebut, polisi melakukan wawancara/interogasi terhadap pelapor, korban, saksi, dan terlapor. Dan dilakukan Visum et refertum kepada korban. Pelaku selaku terlapor langsung diamankan oleh anggota Polsek Aikmel yang selanjutnya diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lotim. Dan kini pelaku diamankan di sel tahanan Mapolres Lotim.

Dijelaskan, terhadap pelaku dikenanakan dengan UU tindak pidana atau pasal kekerasan seksual terhadap anak atau Pasal 81 UU RI No.35/2014 perbuhan atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply