Wacana Islah NW Masih di Persimpangan

Dua TGB (Tuan Guru Bajang) yakni TGH M Zainul Majdi dan TGH M Zainuddin At-Tsani (tengah) foto bersama (dokumen pasca pertemuan Jakarta).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Harapan Nahdliyyin dan Nahdliyyat untuk terwujudnya islah dualisme kepemimpinan ormas Islam terbesar di NTB ini nampaknya belum memberikan angin segar. Pasalnya, pasca petinggi kedua kubu yang difasilitasi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta beberapa waktu lalu, ternyata belum ada follow up-nya.

Keterangan yang diperoleh Lomboktoday.co.id dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB NW versi Anjani, Prof Dr Fahrurrozi Dachlan yang dihubungi via Hand Phone (HP), Senin (20/1) menyebutkan, pasca pertemuan Jakarta, ternyata hingga sekarang ini belum ada tindaklanjutnya.

‘’Sejak pertemuan yang difasilitasi Kemenkum HAM RI beberapa waktu lalu, kita (kedua kubu, Red) belum pernah bertemu lagi,’’ kata pria yang akrab disapa Prof Oji itu.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu menambahkan, salah satu hasil dari pertemuan Jakarta, kedua belah pihak sepakat untuk mencari titik temu dan mengakhiri konflik yang terjadi selama 20 tahun ini. ‘’Di antara kedua belah pihak, pada prinsipnya sepakat untuk membuka diri saling mencari titik temu,’’ ujar Prof Oji.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB NW versi Anjani, Prof Dr Fahrurrozi Dachlan.

Fahrurrozi Dachlan mengakui bahwa tindaklanjut pertemuan yang diharapkan jamaah Nahdlatul Wathan (NW), nampaknya masih harus menemui jalan buntu. Sebab katanya, di antara kedua belah pihak sama-sama belum ada inisiatif ‘’siapa dan bagaimana’’ formulasi yang tepat untuk mengawali upaya pertemuan lanjutan itu.

Rupanya kata pria kelahiran Penendem, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak itu, diperlukan ada pihak ketiga yang menginisiasi pertemuan. Mengingat sama-sama masih saling menunggu siapa yang akan memulai. Tentu, sulit jika masing-masing pihak masih mempertahankan ego.

Sementara itu, dari versi Pancor, sejauh ini belum diperoleh keterangan. Wartawan Lomboktoday.co.id kesulitan menghubungi orang-orang yang berkompeten di tubuh NW pimpinan TGH M Zainul Majdi itu.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply