Wartawan Lotim Berhasil Bentuk Forum

Ketua Dewan Penasehat Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), Lalu M Kamil AB.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah puluhan tahun dihajatkan, akhirnya baru sekarang dapat terbentuk. Sekitar 40 orang wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Lombok Timur dari berbagai media, hari ini, Sabtu (25/1), sepakat menghimpun diri dalam satu wadah yang diberi nama ‘’Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT)’’.

Forum ini dibentuk melalui rapat bersama di salah satu lesehan di kawasan Rempung, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lotim, yang digelar pada Sabtu (25/1). Rapat dipimpin oleh Rusliadi (wartawan Suara NTB) yang ditunjuk secara aklamasi oleh seluruh peserta.

Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), Rusliadi.

Meskipun sebagian besar wartawan di Lotim sudah banyak tergabung di berbagai organisasi kewartawanan secara nasional seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Ikatan Penulis dan Jurnalis Independent (IPJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), namun semangat para pewarta itu tak surut untuk berhimpun dalam satu wadah lokal melalui forum ini.

Setelah melalui perdebatan panjang dan alot hingga melewati jam makan siang, berhasil memilih dan menetapkan pengurus pertama yakni sesuai tatib (tata tertib) yang disepakati peserta, secara aklamasi mengangkat Rusliadi sebagai Ketua Forum (mewakili unsur media cetak), Sekretaris diduduki oleh Lalu Dedy Satriawan (mewakili media online) dan posisi Bendahara dipegang oleh Rahman Firdaus (mewakili media elektronik).

Sementara itu, disepakati pula penunjukan Dewan Penasehat Forum yang diambil dari wartawan senior dengan susunan; Lalu M Kamil AB (ketua), dan sejumlah anggota yakni; Dimyati, Marzoan, Hanafi Tayyib, Lalu Makbul. Baik pengurus maupun dewan penasehat telah ditentukan bersama masa bhaktinya untuk 1 periode selama 2 tahun dan kemungkinan dapat dipilih kembali.

Tujuan dibentuk forum ini, selain untuk memperkuat persaudaraan sesama jurnalis Lombok Timur, juga diharapkan tidak ada saling dikotomi antar organisasi yang ada serta mempermudah menjalin hubungan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply