Kabid Pengairan PUPR Lotim Warning Sejumlah Rekanan

Daerah irigasi (DI) Pelolat, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, setelah diperbaiki.
Daerah irigasi (DI) Pelolat, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, setelah diperbaiki.

Oleh: Lalu M Kamil AB

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Seperti diketahui, curah hujan di Kabupaten Lombok Timur cenderung tak menentu meskipun dirasakan intensitas hujan jarang, namun ketika hujan terjadi, curahnya sering di luar dugaan. Akibatnya, menghasilkan debit air yang melampui kapasitas sarana irigasi alias luapan debit air yang melewati ambang batas aliran irigasi.

Mengantisipasi fenomena alam seperti ini yang sewaktu-waktu terjadi, menjadi motivasi Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan langkah-langkah sigap dan antisipatif untuk mengawasi kondisi sarana irigasi yang ada, terutama sarana yang belum lama selesai dibangun dan masih menjadi tanggung jawab rekanan dalam hal pemeliharaan.

Terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Timur, Sosiawan Putraji menerangkan kepada Lomboktoday.co.id, Selasa (4/2), bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan dan imbauan kepada seluruh rekanan yang melaksanakan pekerjaan konstruksi sarana irigasi di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Timur.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur, Sosiawan Putraji.

Peringatan tersebut meminta sejumlah kontraktor agar intens melakukan pemantauan di lokasi pekerjaan masing-masing guna mengantisipasi dan melakukan perbaikan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kerusakan akibat banjir dan sebagainya.

Selain mengingatkan rekanan atau penyedia barang dan jasa, Kabid juga menghimbau seluruh Staf Operasional Pemeliharaan (OP) Bidang Pengairan untuk tetap siaga secara intensif memantau fungsi irigasi pada musim penghujan.

Kabid juga menekankan kepada staf OP yang ada, jika terjadi kerusakan terhadap infrastruktur irigasi diharapkan dapat dengan segera bertindak dan mengambil langkah-langkah mengatasi atau perbaikan.

Apa yang dikhawatirkan oleh Kabid Pengairan itu sempat terjadi. Di mana, pada Kamis pekan lalu terjadi hujan deras yang curahnya di luar dugaan di wilayah tengah Lombok Timur. Dari barat hingga timur wilayah tengah Lotim dilanda hujan deras hingga tidak mampu ditampung oleh seluruh sarana irigasi yang ada.

Akibatnya, salah satu sarana irigasi yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2019 lalu, yakni daerah irigasi (DI) Pelolat, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, rusak diterjang aliran air yang meluber melewati bibir pasangan dinding irigasi. Dari pantauan wartawan, terlihat kerusakan sekitar 5 meter pasangan baru dinding yang ambrul.

Kabid Pengairan menyebut, dirinya tanpa basa-basi langsung turun melihat lokasi setelah mendapat laporan dari staf OP dan pengamat pengairan di wilayah tersebut. ‘’Tanpa banyak komentar, setelah kejadian pada Kamis malam pekan lalu saya dapat informasi, langsung Jumat pagi saya ke lokasi. Dan dari lokasi saya panggil rekanan untuk langsung melakukan perbaikan hari itu juga,’’ kata Kabid Pengairan.

Tidak membutuhkan waktu lama kata Sosiawan, kerusakan yang hanya sekitar 5 meter tersebut di bawah pengawasan Bidang Pengairan, telah rampung dikerjakan oleh kontraktor yang bersangkutan karena masih dalam tenggang waktu tanggung jawab pemeliharaan rekanan.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here