Hujan Lenyap, Pengairan PUPR Lotim Harus Lembur di Lapangan

Sebagian petani di wilayah selatan Lombok Timur (Lotim) sudah bisa tanam.
Sebagian petani di wilayah selatan Lombok Timur (Lotim) sudah bisa tanam.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kondisi curah hujan wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menghilang alias tak menentu, membuat para petani di wilayahnya semakin cemas. Pasalnya, penyemaian bibit padi sudah waktu ditanam, lahan sawah masih kering akibat hujan yang tak kunjung turun. Kalaupun ada hujan, curahnya tidak sampai menggenangi persawahan dan intensitas minim, belum tentu sekali dalam sepekan.

Melihat fenomena curah dan intensitas hujan yang sangat di bawah normal, membuat Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim sedikit kelimpungan mencari akal untuk menjawab keresahan petani selatan. ‘’Jujur kami akui, Bidang Pengairan harap-harap cemas dengan situasi hujan yang tak menentu ini,’’ kata Kabid Pengairan Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji kepada Lomboktoday.co.id melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/2).

Kabid Pengairan Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji.

Menyikapi situasi ini, kata Sosiawan Putraji, membutuhkn ekstra kerja keras dari petugas lapangan dalam mengontrol dan mengatur sumber-sumber air yang ada dalam kondisi air seperti diketahui bersama debitnya menurun akibat curah hujan yang tidak menentu. ‘’Tapi kami tidak menyerah dan kami berupaya semaksimal mungkin agar petani kita bisa sukses pada musim tanam ini,’’ ujarnya.

Pria yang akrab disapa Uci itu menyatakan, pihaknya tidak tinggal diam. Bahkan dalam pekan terakhir ini ia mengerahkan segala daya termasuk personilnya untuk turun mengendalikan situasi. Dan kerja kerasnya cukup membuahkan hasil.

Dari hasil pemantauan di lapangan, realisasi tanam pada lahan yang berada di bawah sistem irigasi di Pengamat Gambir sudah sekitar 60 persen teratasi dan bisa tanam. Sisanya masih menunggu jadwal droping atau gilir. Khusus untuk Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, karena melalui jaringan irigasinya dari DI Tibu Nangka, sehingga harus menunggu areal hulu yaitu di Lombok Tengah selesai realisasi tanam. ‘’Karena ini fenomena alam yang tidak bisa kita prediksi, kami mohon para petani wilayah selatan mau bersabar. Kami dari dinas sedang berupaya mencarikan alternatif. Harapan kita sama, agar petani kita jangan ada yang gagal tanam,’’ katanya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here