Desa Pesanggrahan, Nominator 7 Besar Nasional Lomba Desa Aman Pangan

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (paling kiri depan) saat mendampingi Ketua Tim Penilai Pusat, Dewi Prawitasari, turun langsung ke Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Salah satu upaya menuju kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai tingkat perseorangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggelar Lomba Desa Pangan Aman sebagai bagian dari Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD).

Tahun ini, salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur yaitu Desa Pesanggarahan, Kecamatan Montong Gading, terpilih mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan masuk sebagai 7 (tujuh) besar nominator Desa Pangan Aman tingkat Nasional. Penilaian dan verifikator lapangan dilaksanakan pada Selasa (10/2).

Tim Penilai yang diketuai Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha (BPOM) RI, Dewi Prawitasari diterima langsung Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Dalam kata penerimaannya, Bupati Sukiman menyampaikan Desa Pesanggarahan sebagai salah satu desa baru hasil pemekaran termasuk desa yang memiliki prestasi, bahkan melampaui desa induknya.

Bupati Sukiman memaparkan, Desa Pesanggrahan dengan penduduk 8.000 jiwa ini pernah meraih nominasi sebagai salah satu desa terbaik tingkat nasional pada 2013 lalu. Selain itu, Desa Pesanggrahan juga menjadi satu dari 10 desa di Indonesia yang merupakan binaan BKKBN.

Secara umum di Lombok Timur lanjut Bupati Sukiman, pada tahun 2018 lalu dilihat dari persentase pangan segar dan aman sudah mencapai 85 persen dan belanja pangan aman adalah 36 persen.

Kaitannya dengan penilaian Lomba Desa Pangan Aman ini, Bupati Sukiman berharap bisa memperoleh hasil menggembirakan. Sebab, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tentunya sudah tidak dapat mengintervensi.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Dewi Prawitasari mengapresiasi semangat dan kinerja pemerintah dan masyarakat Desa Pesanggarahan terkait keamanan pangan masyarakat.

Dewi secara spesifik juga memberikan apresiasi terhadap kader yang merekomendasikan pangan aman kepada masyarakat. Ia berharap kunjungan lapangan yang dilakukan di sejumlah titik, seperti; sekolah, pusat pedagang kaki lima, termasuk dapur rumah tangga, juga sekretariat kader keamanan pangan desa mencerminkan apa yang telah tertuang dalam dokumen yang diverifikasi sebelumnya.

Penilaian dan verifikator lapangan ini dilaksaknakan dengan metode wawancara dan observasi lapangan. Melalui kegiatan ini diharapkan Gerakan Keamanan Pangan Desa sukses dilaksanakan secara mandiri, menyeluruh dan berkelanjutan dalam menciptakan Desa Pangan Aman.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply