BNNP NTB Musnahkan Sabu-Sabu Seberat 2 Kg

Suasana pemusnahan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 2 kg di halaman Kantor BNNP NTB, Kamis (13/2).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram (kg). Di mana, sabu-sabu yang merupakan hasil tangkapan Bidang Brantas BNNP NTB pada 4 Januari 2020 di wilayah Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) itu, bila diuangkan mencapai senilai Rp4 miliar.

‘’Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNNP NTB sejak berdiri,’’ kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB), Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si., pada saat acara pemusnahan BB sabu-sabu seberat 2 kg di halaman Kantor BNNP NTB, Kamis (13/2).

Gde Sugianyar menjelaskan, bahwa hasil tangkapan sabu-sabu 2 kg itu, setidaknya pihaknya telah berhasil menyelamatkan sebanyak 12.000 anak bangsa dari bahaya narkoba. Lebih-lebih tugas BNNP NTB dan semua jajaran saat ini adalah bagaimana menekan suplai peredaran narkoba di daerah NTB. Selain itu , BNNP NTB juga terus melakukan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Mengingat saat ini sebanyak 1.400 yang bisa direhabilitasi.

Gde Sugianyar mengimbau kepada masyarakat NTB yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba untuk tidak takut melapor diri kepada BNNP NTB. Karena korban narkoba tidak akan dilakukan penahanan, namun akan direhabilitasi. ‘’Pengedar dan bandar ancaman hukumannya adalah hukuman mati, sedangkan penyalahgunaan dan korban harus direhabilitasi dan diselamatkan,’’ ujarnya.

Saat ini, lanjut Gde Sugianyar, BNNP NTB sedang mencanangkan pencegahan terhadap penyalagunaan narkoba berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan program desa bersih dari narkoba (desa bersinar). Bahkan pada tahun 2020 ini, BNNP NTB akan melaunching sebanyak 10 desa bersinar di NTB yang berada di Kabupaten Bima. Ia berharap hal ini merupakan awal sinergi untuk satu padu antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB dengan BNNP NTB dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba di daerah ini.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memberikan apresiasi kepada jajaran BNNP NTB yang telah berhasil menggagalkan transaksi narkoba di wilayah NTB, yang nilainya cukup fantastis. Saat ini masalah narkoba menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat NTB untuk lebih serius dalam penanganannya di tingkat kabupaten hingga desa. Karena masalah peredaran narkoba ini telah mengancam generasi muda di tingkat desa bahkan dusun.

Lebih-lebih penyalahguna narkoba ini bukan hanya bagi orang yang memiliki kemampuan finansial semata, namun banyak juga kalangan yang tidak mampu secara keungan menginginkan atau menyalahgunakan barang haram tersebut. ‘’Ketika orang miskin mengkonsumsi barang haram ini, bahayanya tambah meningkat. Mereka bisa melalukan apa saja untuk bisa mendapatkan barang haram tersebut,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Gubernur meminta BNNP NTB untuk menggandeng tokoh masyarkat dan orang-orang yang punya pengaruh dalam melakukan sosialisasi terhadap pencegahan peredaran narkoba di NTB. Selain itu, orang nomor satu di NTB ini meminta kepada para tersangka untuk menjadikan hal ini sebagai sebuah pelajaran berharga. Begitu pula dengan masyarakat, dimint untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

Adapun proses pemusnahan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 2 kg yang berlangsung di halaman Kantor BNNP NTB itu, dilakukan oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra beserta jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan, dengan disaksikan langsung oleh dua orang tersangka yang telah ditahan pihak BNNP NTB. Sebelum dilakukan pemusnahan, terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap barang bukti untuk membuktikan asli atau tidaknya dari barang bukti yang akan dimusnahkan oleh BNNP NTB tersebut.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply