Wabup Lotim: Lahan Jagung Belum Dikelola Optimal

Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi SJ (tengah).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H Rumaksi SJ menerima rombongan kunjungan kerja Kepala Badan Pengawas Perdanganan Berjangka Komuditi (BAPPEBITI) Kementerian Perdagangan RI yang diketuai Prof Ir Tjahya Widayanti, M.Sc., Senin (17/2).

Kunjungan ini dalam rangka koordinasi sistem pengelolaan Resi Gudang (SRG) sebagai upaya mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi di mana diperlukan penciptaan distribusi perdagangan yang efisien dan memiliki daya saing. Acara berlangsung di Aula Sistem Resi Gudang (SRG) Pemkab Lombok Timur Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala OPD terkait seperti Bappeda, Bapenda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, serta Kepala Pengelola SRG.

Dalam kata penerimaannya, Wabup Lotim, H Rumaksi SJ selain menyampaikan selamat datang kepada rombongan Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan RI, juga menyampaikan potensi lahan jagung di NTB relatif lebih luas dibanding daerah lain yang dikenal sebagai penghasil jagung nasional seperti Gorontalo. “Di Lombok Timur saja luas lahan potensial untuk tanaman jagung mencapai 100 ribu Ha akan tetapi belum dapat dikelola secara optimal,” kata Rumaksi.

Ia mencontohkan keberadaan gudang yang diharapkan dapat mendukung petani ini belum berjalan sesuai harapan. Diharapkan kehadiran kunjungan kerja Kepala Badan Pengawas Perdanganan Berjangka Komoditi (BAPPEBITI) Kementerian Perdagangan RI ini berhasil mengoptimalkan kinerja gudang ini sehingga ke depan mampu mengangkat perekonomian petani.

Wabup Lotim menggarisbawahi agar petani jangan sampai miskin.

Menjawab hal itu, Kepala BAPPEBITI Kementerian Perdagangan RI, Tjahya Wijayanti, menyampaikan keberadaan gudang dengan sistem resi gudang yang telah ada di Lotim sebagai dukungan untuk keberlangsungan usaha tani, dalam konteks ini adalah petani jagung.

Tjahya Wijayanti mengajak untuk mengevaluasi keberlangsungan Resi Gudang yang ada di Lombok Timur. Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga hal dalam kelembagaannya, yaitu manajer, penguji mutu, dan lembaga pembiayaan. Resi Gudang dilihatnya bukan profit oriented, melainkan benefit oriented, memberikan manfaat lebih, tidak sekadar memberikan pembiayaan langsung, menyimpan, menunda jual sampai mendapatkan harga yang sesuai, kepada petani malainkan dapat memberikan pembinaan dan bantuan lainnya.

Pengelola gudang, menurut Kepala BAPPEBITI haruslah memiliki jiwa entertprenuer, berkreasi dan berinovasi. Ia berharap berkat dukungan Pemerintah Daerah Resi Gudang ini dapat berjalan dengan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan petani di daerah ini.

Gudang SRG di Lombok Timur yang dibangun di Barang Bantun, Desa Pringgabaya Utara, melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian Perdagangan RI tahun 2012 lalu ini sebelumnya dikelola Pemkab Lotim bekerjasama dengan Koperasi Selaras yang berakhir pada 31 Juli 2018. Pengelolaan selanjutnya akan dilakukan dengan badan usaha lain yang mendapatkan rekomendasi pengelolaan. Pengeloaaan secara professional diharapkan memberikan kontribusi berarti terhadap PAD Lombok Timur.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply