Gubernur NTB Launching Kompas Tambora Challenge 320K-2020

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (tengah) foto bersama dengan jajaran Harian Kompas usai launching ’Kompas Tambora Challenge 320K-20202’’, di PapaRonz’s Pitza Cape TVRI di Senayan Jakarta, Jum’at (21/2).

Oleh: Abdul Rasyid Z. / Lalu Mandra Setiawan |

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Harian Kompas bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tahun 2020 ini kembali menggelar ‘’Kompas Tambora Challenge 320K-2020’’. Kompetisi lari ultra sepanjang 320 kilo meter tersebut, akan digelar pada 22-25Juli 2020 mendatang, dengan mengambil start di Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan finish di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, yang merupakan hamparan padang Savana di Kaki Gunung Tambora.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang melaunching kegiatan ‘’Kompas Tambora Challenge 320K-20202’’, di PapaRonz’s Pitza Cape TVRI di Senayan Jakarta, Jum’at (21/2), mengucapkan terima kasih kepada Kompas yang terus menjadikan NTB sebagai salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan bergengsi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Kompas Tambora Challenge ini bisa menjadi motivasi dan munculnya bibit-bibit baru atlet lari jarak jauh yang berasal dari NTB. ‘’Terima kasih kepada Kompas yang akan menyelenggarakan kegiatan hebat ini. Mudah-mudahan pelari hebat yang berpartisipasi di Tambora Challenge nanti bisa menjadi motivasi bagi pelari asal NTB untuk ikut serta dalam event tersebut,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat melaunching dimulainya Kompas Tambora Challenge 320K-2020, di PapaRonz’s Pitza Cape TVRI di Senayan Jakarta, Jum’at (21/2).

Tahun ini, Kompas Tambora Challenge 320K akan melewati rute yang sama dengan tahun sebelumnya, dimulai dari Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan berakhir di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu. Sepanjang rute, para pelari akan melalui rute jalan provinsi yang sepi dan tenang dengan pemandangan yang indah di sepanjang pesisir pantai dengan rata-rata ketinggian di bawah 80 meter dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrem di Pulau Sumbawa, yang tentunya akan membuat race ini lebih menantang untuk ditaklukkan.

Kompas Tambora Challenge 320K – 2020 masih akan mempertandingkan 2 kategori yaitu: individual dan relay baik putra maupun putri. Peserta kategori individual akan menempuh jarak 320 km seorang diri, sedangkan peserta dalam kategori relay akan terdiri dari dua pelari yang secara bergantian akan menempuh jarak masing-masing 160 km.

Berdasarkan evaluasi, kemampuan peserta semakin meningkat setiap tahunnya. Terbukti dengan mampunya mereka mencapai garis finish kurang dari 65 jam, sehingga tahun ini cut off time (COT) atau batas waktu tempuh pelari diperpendek dari 68 jam menjadi 64 jam untuk kategori individu, dan 60 jam untuk kategori relay/beranting. Perubahan COT di Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini tentunya akan semakin menantang para peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Selain tantangan batas waktu yang semakin dipersempit, tahun ini Kompas Tambora Challenge 320K akan memberikan apresiasi tambahan berupa hadiah bagi para pelari yang berhasil memecahkan rekor catatan waktu tahun sebelumnya. Diharapkan akan lebih banyak peserta yang berpartisipasi di tahun ini, dan tidak akan menutup kemungkinan untuk membuka kesempatan bagi pelari elite internasional untuk mengikuti ajang lomba ultra marathon ini.

Di luar tantangan yang akan dihadapi, pelari sebenarnya diharapkan dapat tetap menikmati indahnya Pulau Sumbawa. Seperti yang diungkapkan Hendra Siswanto, podium pertama kategori individu putra tahun 2019. ‘’Race adalah saatnya selebrasi, kita nikmati perjalanannya, kita sapa para penduduknya, dan kita nikmati keindahan bumi Sumbawa,’’ katanya.

Harian Kompas sebagai pihak penyelenggara berharap dengan adanya perubahan tantangan terhadap pelari di tahun ini, peserta yang akan ikut bertanding nanti akan lebih siap menyusun strategi menaklukkan ‘’jalur neraka’’ Sumbawa. Hal lain yang menarik dari pelaksanaan lomba ultra marathon ini, masyarakat luas dapat mengikuti perjalanan pelari-pelari tangguh yang mereka dukung melalui fitur live tracking yang dapat diakses di official website Kompas Tambora Challenge 320K.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas yang juga penggagas lari ultra Kompas Tambora Challenge 320K, Budiman Tanurejo menegaskan, lomba lari ultra tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya, kata Tanurejo, selain pada penyelenggaraannya yang diharapkan lebih baik dan sukses, juga hadiah dan gaungnya lebih mendunia serta melibatkan pelari dari mancanegara. ‘’Ini merupakan tahun ke-6 kami Harian Kompas menggelar lomba lari yang paling ekstrim di dunia. Ultra marathon lintas Sumbawa ini, merupakan karya nyata untuk membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,’’ kata Budiman Tanurejo saat menjadi moderator pada press conference.

Untuk itu, ia meminta dukungan dari semua pihak. Dukungan pertama diharapkannya adalah tersedianya akses internet yang memadai. Karena dengan tersedianya internet, maka masyarakat dari berbagai belahan dunia dapat mengikuti ultra marathon Tambora Challenge 320 K secara live. Juga untuk kemudahan komunikasi dan live tracking.

Di tahun lalu, lomba lari yang sangat ekstrim ini, ungkap Tanurejo mencatat follower lebih dari 230 ribu. Dan jika ditambah dari follower dari masing-masing pelari yang memiliki ribuan follower, maka jumlahnya bisa mencapai jutaan orang. Sehingga Tambora dan NTB dengan segala keindahannya, akan dikenal dunia. Terlebih Harian Kompas tidak hanya memberitakan event lomba lari ultra marathon saja. Tetapi juga mengangkat berbagai sisi terkait dengan potensi dan segala keunggulannya. Termasuk mengenalkan pernak pernik budaya, industri kerajinan, pertanian dan potensi lainnya dengan segala keunggulan serta pesonanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply