Sasar Pasar AS, Gubernur: UMKM NTB Perlu Tingkatkan Kualitas Produk

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Oleh: Abdul Rasyid Z. / Lalu Mandra Setiawan |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkatkan kualitas produk. Hal ini dilakukan untuk menyasar pasar Amerika Serikat (AS). Untuk kebutuhan peningkatan kualitas ekspor ke Negeri Paman Syam itu, puluhan pelaku UMKM mendapat pelatihan Artisan UMKM, di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (24/2).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB bekerja sama dengan KJRI New York dan Kurator AS. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM yang berdampak pada peningkatan ekspor produk kerajinan dan fashion Indonesia ke pasar AS.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengaku senang dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut. Apalagi tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan SDM yang bermuara pada peningkatan kualitas produk kerajinan dan busana. Terutama katanya untuk membuka akses pasar ke luar negeri. Para pengusaha dan pengrajin akan menemui kendala atau tertekan jika tidak ada pasar. ‘’Kalau ada pelatihan apalagi punya keinginan dari mereka untuk membuka pasar, itu kan luar biasa,’’ katanya.

Gubernur Zul menilai dengan pelatihan tersebut, para pelaku UMKM akan memiki kemampuan untuk melakukan penetrasi pasar. Sehingga, seluruh produk yang dihasilkan dapat terjual dengan baik di berbagai pasar di seluruh dunia.

Sementara itu, Konsul Muda Ekonomi KJRI New York, Wina menyampaikan, Provinsi NTB memiliki potensi kerajinan tangan yang luar biasa besar. Produk kerajinan tersebut, katanya, dapat dipromosikan ke Amerika Serikat melalui berbagai pameran yang diselenggarakan.

Ia mengaku kerja sama KRJRI New York dengan para pelaku UMKM sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Sehingga, pelatihan online untuk para pelaku UMKM ini telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, tegasnya, giliran Provinsi NTB yang mendapat pelatihan tersebut. ‘’NTB dilihat oleh Ibu Jenifer ini sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi yang besar sekali dalam bidang kerajinan tangan,’’ katanya.

Pelatihan tersebut dimaksud untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang pemasaran online. Sehingga produk-produk kerajinan NTB ini dapat dikirim dan dipamerkan di ajang New York Now. Yaitu pameran dagang dan griya terbesar di Amerika Utara. Di pameran itu, katanya, terdapat 2.500 penyelenggara dan buyersnya dari profesional sekitar 25.000 orang.

‘’Tahun 2019 kemarin, ada 8 booth dan 18 UKM dari berbagai daerah di Indonesia yang kita bawa ke New York bekerja sama dengan The Craft, Bank Indonesia (BI) dan berbagai stakeholders lainnya,’’ ujarnya.

Ia berharap materi atau bahan yang disampaikan dalam pelatihan ini bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan para peserta. Ia meminta para peserta untuk memanfaatkan waktu pelatihan tersebut untuk bertanya dan bertukar pengalaman dalam hal pemasaran UMKM.

‌Pada pelatihan itu juga dipamerkan sejumlah produk yang akan diekspor ke Amerika Serikat. Di antaranya, olahan mutiara, kain tenun, ketak, dan berbagai produk kerajinan dari rotan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply