Penghuni Lapas Selong Didominasi Tahanan Narkoba

Kepala Lapas Selong, Herdianto.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB, didominasi oleh tahanan kasus narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba). Hal itu sampaikan Kepala Lapas Selong yang baru, Herdianto, A.Md.IP, SH, MH kepada wartawan di ruang rapat Kalapas dalam kesempatan menggelar Media Gathering, Kamis (27/2).

Menurut Herdianto yang baru sebulan menjabat Kalapas Selong ini, kapasitas blok hunian di Lapas ini sangat jauh overcapacity yakni satu blok berkapasitas 139 warga binaan, namun terpaksa diisi sebanyak 360 warga binaan.

Mengatasi masalah ini, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI untuk tambahan blok minimal 5 blok lagi.

Selain itu, kata Herdianto, mengingat jumlah warga binaan yang sangat banyak dan tidak sepadan dengan rasio jumlah personel petugas yang ada. Sehingga pihak Lapas Selong mengajukan permohonan ke Kanwil Kemenkum HAM Provinsi NTB untuk tambahan personel.

Mantan Kalapas Kelas II B Batu Raja, Sumatera Selatan ini mengaku sedang berupaya melakukan perbaikan dalam pelayanan yang baik dan berupaya menghilangkan ‘’Jengkol’’ (jengkel dan dongkol).

Berbagai kegiatan pelatihan keterampilan bagi warga binaan menurut Herdianto, dilakukan ragam jenis kursus keterampilan seperti permebelan dan sebagainya. Sehingga saat bebas nanti para warga binaan memiliki keterampilan, sehingga dapat diterima dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Ke depan Kalapas berencana akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa memasarkan hasil produksi dalam Lapas.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply