Wisuda Pertama Tahun 2020, UTS Meluluskan 113 Wisudawan

Ketua Yayasan Dea Mas, Hj Niken Saptarini Widyawati.

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

SUMBAWA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Angkatan ke-IV pertama tahun 2020, di GOR RPK UTS, Minggu (1/3).

Ketua Yayasan Dea Mas, Hj Niken Saptarini Widyawati menyampaikan, wisuda merupakan peristiwa bersejarah bagi para mahasiswa yang sudah sekian lama menempuh pendidikan. Tentunya, momen wisuda ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka, termasuk bagi keluarga besarnya.

‘’Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada para orang tua mahasiswa. Terima kasih atas dedikasi bapak/ibu semua, terima kasih atas jerih payah membiayai anaknya, memberikan doa terbaiknya membesarkan mereka dan akhirnya pada hari ini mengantarkan mereka di hari yang membahagiakan,’’ kata Hj Niken.

Hj Niken yang juga Ketua TP PKK Provinsi NTB itu menyampaikan tiga pesan penting untuk para wisudawan. Pertama, para wisudawan setelah menempuh pendidikan beserta seluruh dinamika yang ada, harus mampu menemukan siapa diri mereka sebenarnya. Menemukan diri sendiri lanjutnya, bukan hal yang mudah ternyata. Karena banyak orang yang sudah berumur namun belum tahu siapa diri mereka sebenarnya.

‘’Alhamdulillah dengan berada di UTS ini, membantu anak-anak semua memahami siapa diri mereka sebenarnya, ke mana kita akan pergi dan apa yang akan kita cintai, apa yang kita sukai yang mengarahkan kita untuk membimbing langkah-langkah kita,’’ ujarnya.

Kedua, para wisudawan harus mampu mencari atau menemukan juga jalan kebermanfaatan. Yaitu bagaimana agar semua bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan. ‘’Tentu ini juga tidak mudah karena menjadi bermanfaat adalah menjadi kreatif dan menjadi inovatif sesuai dengan tantangan zaman saat ini dan itulah yang akan kalian lakukan setelah kalian lulus menjadi sarjana mencari jalan kebermanfaatan,’’ katanya.

Terakhir katanya adalah mencari jalan kebahagiaan. Menjadi bahagia, tentu saja bukan hanya saat ini, tapi bahagia hingga di akhirat. ‘’Saya dari hati yang tulus mendoakan agar kita semua mendapatkan jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat,’’ ujarnya.

Tidak lupa Hj Niken menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, staf pengajar, civitas akademika UTS atas dedikasi, waktu, perhatian dan semua jerih payah mendidik mahasiswa UTS. Sehingga mereka hari ini layak diwisuda menjadi sarjana.

Sementara itu, Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan sejumlah perkembangan yang terjadi di UTS. Sejalan dengan visi yang telah dicanangkan oleh para founding fathers katanya, UTS dalam 4 tahun ke depan memiliki arah menjadi institusi pendidikan yang membumi dan mendunia. ‘’Membumi berarti bahwa UTS dapat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, masyarakat Sumbawa, NTB dan Indonesia. Para civitas akademika UTS harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam memecahkan setiap masalah yang ada di masyarakat. Para dosen dan mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan solusi, misalnya untuk peningkatan produktivitas petani jagung, para peternak sapi, rumput laut dan sebagainya. Bagaimana komoditas utama Sumbawa tersebut bisa ditingkatkan nilai tambahnya sebelum dikirim ke luar daerah. Inilah yang oleh Bapak Gubernur NTB yang disebut industrialisasi,’’ katanya.

Kemudian Mendunia lanjutnya berarti bahwa karya-karya dan inovasi-inovasi UTS harus dapat dikenal dan bersaing di kancah internasional serta berperan aktif untuk ikut serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunia. Universitas Teknologi Sumbawa jelasnya sedang merancang sebuah motor listrik dan pada hari Kamis kemarin (27/2) telah mengundang seorang ahli dalam teknologi motor penggerak listrik, sang Putra Petir Indonesia yaitu Ricky Elson.

‘’Beliau telah menyatakan komitmennya untuk secara periodik berkunjung ke kampus ini untuk membagi ilmunya kepada tim motor listrik UTS yang diberinama Tim Ngebuts,’’ ujarnya.

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perindustrian NTB, Pemerintah Daerah Sumbawa (Bapedda dan Dinas Perhubungan), serta PT PLN (Persero) yang telah memberikan supportnya kepada tim motor listrik Ngebuts. UTS memiliki mimpi besar untuk membuat motor listrik balap guna turut serta meramaikan hajatan akbar Bangsa Indonesia tahun depan, yaitu MotoGP 2021 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika.

Untuk wisuda pertama tahun 2020 sendiri, UTS meluluskan 113 wisudawan dengan 10 wisudawan IPK tertinggi setiap Prodi, di antaranya; Faiz Muhammad (Prodi Ilmu Komunikasi) dengan IPK 3,71 asal Kota Bekasi, Muhammad Sabiq Bilhaq (Prodi Teknobiologi) dengan IPK 3,55 asal Bogor, Ira Raudatul Jannah (Prodi Akuntansi) dengan IPK 3,91 asal Sumbawa, Ernawati (Prodi Manajemen) dengan IPK 3,93 asal Sumbawa dan Nurmaningsih (Prodi Ekonomi Pembangunan) dengan IPK 3,65 asal Sumbawa. Selain itu, ada Rahmiati (Prodi Teknologi Hasil Pertanian) dengan IPK 3,24 asal Sumbawa, Syauqy Nur Izzy (Prodi Teknologi Industri Pertanian) dengan IPK 3,84 asal Bekasi, Fauziyyah Sundari (Prodi Psikologi) dengan IPK 3,85 asal Lampung, Muhammad Ibadurrahman (Prodi Teknik Mesin) dengan IPK 3,56 asal Yogyakarta dan Kamariah (Prodi Teknik Sipil) dengan IPK 3,27 asal Sumbawa.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply