Pemaparan BPS NTB Bikin Miris Bupati Sukiman

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy bersama Sekda Lotim, HM Juaini Taofik memandang ke layar pemaparan Kepala BPS NTB, Suntono.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy didampingi Sekda Lotim, HM Juaini Taofik memimpin langsung rapat koordinasi pengendalian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur di Rupatama I kantor Bupati, Senin (2/3), yang diikuti seluruh OPD dan Camat se Lotim. Dalam Rakor tersebut, dihadiri langsung oleh Kepala BPS Provinsi NTB, Suntono.

Rakor diawali dengan pemaparan kondisi ril IPM Lotim berdasarkan data terakhir tahun 2019 oleh Kepala BPS NTB, Suntono. Secara detail Suntono menguraikan posisi IPM Lotim berikut indikator dan faktor-faktor penyebabnya.

BPS NTB merilis capaian IPM Lotim 2019 hanya 66,23 dan tetap pada level sedang dengan urutan 9 se-NTB. Ini berdasarkan dimensi pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Usia harapan hidup (UHH) di Lotim 65,74, harapan lama sekolah (HLS) 13,51, pengeluaran perkapita 9,64. Meskipun Lotim urutan 9 IPM, namun gerak pertumbuhannya 1,35% berada pada posisi ke-2 setelah Lombok Tengah (Loteng) dengan speed 1,35% dan Dompu posisi ke-3 dengan gerak pertumbuhan 1,28% pertahun. Sejak 2010 hingga 2019 speed pertumbuhan IPM Lotim rata-rata pertahun 1,23%.

Bidang kesehatan lanjut Suntono, usia harapan hidup di Lotim terendah se-NTB hanya 65,75. Tertinggi UHH ditempati Kota Mataram sebesar 71,59 menyusul Kota Bima, KSB, Sumbawa, KLU, Lobar, Dompu, Bima, Loteng.

Padahal, dari jumlah ASN Lotim, 15% lebih adalah personil Dinas Kesehatan dan RSUD. Namun masih terbentur dengan rasio jumlah dokter dan penduduk yang belum sebanding. Jumlah dokter di Lotim hanya 184 dokter dan 1 dokter melayani 6,5 ribu penduduk. Padahal, idealnya 1 dokter melayani max 2,5 penduduk. Jumlah perawat 1.322 orang dan 1 perawat masih melayani 908 penduduk. Selain kurangnya tenaga medis, juga penyebaran tenaga medis yang tidak merata. Tenaga medis lebih banyak tinggal di perkotaan.

Bicara soal anggaran kesehatan di Lotim juga belum sepadan dengan jumlah penduduk terbesar di NTB. Realisasi anggaran kesehatan hanya 568 juta. Per jiwa penduduk hanya merasakan dana kesehatan Rp 473. Kalah dengan Lobar dengan anggaran Rp3,1 mliar atau KLU yang penduduknya terendah namun realisasi anggaran kesehatan mencapai Rp4,9 miliar.

Sedangkan bidang pendidikan, Lotim masuk 5 besar dalam kemajuannya. Hal ini terlihat dari harapan lama sekolah (HLS), Lotim berada pada urut ke-4 setelah paling atas Kota Mataram, Kota Bima, dan posisi ke-3 ditempati KSB. Lotim hanya 1 digit di atas Loteng. Terbukti pula angkatan kerja Lotim 75% berpendidikan SD dan SLTP.

Soal ekonomi, Lotim masih menyimpan banyak kantong kemiskinan yakni 16,15% penduduk masih miskin atau 430.727 penduduk GK (garis kemiskinan). Sehingga menurut BPS NTB, angkat kemiskinan Provinsi NTB sangat tergantung pada Lotim, sebab 24% penduduk NTB ada di Lotim.

Menurut Suntono, lambatnya menekan angka kemiskinan di Lotim disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh, masih ada penduduk mampu menerima manfaat BPNT. Dengan demikian, angka perkembangan IPM NTB sangat tergantung dari pertumbuhan IPM Lotim.

Menanggapi pemaparan itu, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy tak banyak berkomentar. To the point, Bupati Sukiman memberikan instruksi seluruh peserta rakor. ‘’Saya miris mendengar pemaparan ini,’’ kata Bupati Sukiman seraya mengeluarkan 3 instruksi.

Pertama, Bupati Sukiman menginstruksikan semua camat sepulang dari rakor agar mengumpulkan semua kepala desa untuk menyampaikan kondisi ini serta meminta RTLH di semua desa agar tuntas dikerjakan sebelum bulan Ramadhan. Kedua, Bupati memerintahkan BPKAD agar merealisasikan semua bansos tuntas juga sebelum bulan Ramdhan. Ketiga, diperintahkan Dinas Dikbud agar perbanyak program kejar paket A, B, dan C. Setelah mengeluarkan 3 instruksi tersebut, Bupati Sukiman langsung pamit untuk mengikuti agenda lain dan meminta Sekda memimpin sesi tanya jawab.

Sekda Lotim, HM Juaini Taofik menyatakan, tolok ukur kinerja Pemkab Lotim bukan pada hasil angka akhir, namun perkembangan progres kerja. Lotim katanya, progres kerjanya berada pada urut ke-2 setelah Lombok Tengah. Atas instruksi itu, dalam hitungan menit Kadis Dikbud Lotim, H Muh Zainuddin tak mau menunda-nunda untuk melaksanakan instruksi pimpinan, langsung mengambil tindakan. Usai rakor Kadis langsung menerbitkan surat yang dituju kepada semua camat, semua Kanit UPTD dan semua PKBM se-Lotim.

Dalam surat tersebut berisi, meminta kepada semua camat dan kanit untuk mendata jumlah putus sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di semua desa untuk didaftarkan mengikuti ujian paket A, B dan C yang menurut rencana ujian paket akan digelar bulan Mei mendatang. ‘’Usai rakor kami langsung menurunkan surat kepada semua camat, kanit dan PKBM se-Lotim,’’ kata HM Zainuddin kepada Lomboktoday.co.id, di ruang kerjanya sekembali dari rakor.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply