Refleksi Diskusi Terbuka Balai Pancasila Lombok

Suasana diskusi terbuka bertajuk ‘’NTB Bicara Tinjauan Yuridis Kepulangan Eks ISIS dan Menangkal Radikalisme’’ yang digelar Balai Pancasila Lombok.
Suasana diskusi terbuka bertajuk ‘’NTB Bicara Tinjauan Yuridis Kepulangan Eks ISIS dan Menangkal Radikalisme’’ yang digelar Balai Pancasila Lombok.

Oleh: Lalu M Kamil AB

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Balai Pancasila Lombok menggelar diskusi terbuka bertajuk ‘’NTB Bicara Tinjauan Yuridis Kepulangan Eks ISIS dan Menangkal Radikalisme’’. Diskusi tersebut digelar di salah satu hotel di kawasan Kota Mataram, Rabu (11/3).

Sebagai pembicara utama dalam diskusi itu, unsur pimpinan muslimat NW yang diwakili oleh Hj Masruri Aini yang menyampaikan materi ‘’Islam Moderasi’’. Pembicara kedua yang sedianya akan diisi oleh Pimpinan Muslimat NU NTB, Hj Siti Maryam, namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena agenda lain yang bertabrakan. Pembicara ketiga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LEBAH) NW, Dr Muh Ihwan, SH., MH., dengan materi ‘’Tinjauan Yuridis Kepulangan Eks Anggota ISIS ke Indonesia’’, dan pembicara keempat dari DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) NTB yang diwakili Andra Ashadi dengan materi ‘’Memperkuat Nasionalisme Generasi Muda’’.

Peserta dalam diskusi ini melibatkan unsur beberapa kelompok masyarakat dalam hal ini yang hadir Kelompok Jihat Pancasila Bintaro, unsur organisasi mahasiswa Mataram yaitu pimpinan dan puluhan anggota LMND NTB, dan puluhan pengurus dan anggota HIMMAH NW NTB serta puluhan sesepuh dan anggota Balai Pancasila NTB.

Sebelum memasuki sesi diskusi, diawali dengan pengantar oleh Presiden Balai Pancasila Lombok, I Gusti Eka Dana, SH. Dalam pengantarnya, pengacara senior yang akrab disapa Bang Eka ini menyitir sejarah kelam bangsa Indonesia yang begitu susah payah para pendiri bangsa menata bangsa ini, tapi dengan seenaknya ada kelompok tertentu yang ingin mencabik kedaulatan bangsa.

Lebih jauh Bang Eka menyindir Indonesia sudah bisa lepas dari tangan penjajahan secara fisik, namun lagi-lagi harus berhadapan dengan penjajahan neolibralisme dan kaum konglomerasi. ‘’Baru saja bangsa ini mau bangkit, tapi keburu ditunggangi oleh kepentingan konglomerasi. Akibatnya 98% rakyat hanya menikmati ampas konglomerasi itu,’’ kata Bang Eka.

Belum lagi lanjut Eka Dana, kini Indonesia harus dihadapkan pada situasi sulit yaitu menghadapi berbagai bentuk penghianatan sebagian bangsa yang ingin merobek-robek keutuhan dan mengangkangi ideologi bangsa yang merupakan kesepakatan luhur para pendiri bangsa.

Dalam sesi diskusi yang dipandu moderator Lalu M Kamil AB yang juga wartawan Lomboktoday.co.id Biro Lotim berjalan hangat namun nuansa elegan dan rileks.

Pembicara pertama Hj Masruri Aini mengupas sedikit sejarah peradaban Islam. Menurutnya, pernah suatu riwayat Rasulullah SAW berpesan kepada salah satu kelompok kaum yang menyebut bahwa kalian akan sampai di sebuah tempat di mana tempat tersebut akan ditemukan banyak pendeta dan sarana ibadah. Dan Rasulullah SAW berpesan jangan kalian ganggu para pendeta dan sarana ibadahnya. Artinya kata Pimpus Muslimat NW itu, begitulah Rasulullah SAW mengajarkan adab dan akhlaq ummatnya terhadap orang yang berbeda agama dan keyakinan.

Hj Masruri yang sehari-hari disapa Ummi Sarkawi itu mengkaitkan riwayat itu dengan adanya oknum-oknum terutama yang tergabung dalam kelompok ISIS yang katanya atas nama jihad meninggalkan bangsa sendiri untuk pergi membunuh sesama kaum sendiri (Islam) yang katanya diiming-iming masuk syurga. Kini setelah dalam situasi sulit dan terjepit ingin kembali ke Indonesia. ‘’Enak sekali, setelah kesulitan mau kembali ke Indonesia yang mereka hianati, kenapa tidak langsung pulang ke syurga,’’ kata Hj Masyruri alias Ummi Syarkawi.

Tinjauan Yuridis yang disampaikan oleh pembicara kedua dari Ketua LEBAH NW, Muh Ihwan. Dia menyebut bahwa yang ikut gabung ISIS adalah pada hakekatnya disebut mantan warga negara. Alasannya, dalam aturan konstitusi melalui UU No.12 tahun 2006 disebutkan hilangnya status WNI disebabkan pertama, WNI masuk menjadi tentara asing tanpa izin presiden. Kedua, secara sukarela bersumpah untuk menjadi bagian dari negara asing.

Menurut Muh Ihwan, meskipun aturan konstitusi di negeri ini terkait status kewarganegaraan masih sedikit, namun akan memiliki sisi mudarat untuk menerima kepulangan eks ISIS ke Indonesia. Meskipun katanya, kaidah hukum internasional, ISIS belum menjadi negara yang berdaulat.

Kendati demikian, menurut pemikiran Ketua LEBAH NW itu, Indonesia tidak segampang itu menerima kepulangan eks ISIS asal Indonesia sebelum ada instrumen hukum yang mengaturnya. Sebab, dengan meraka masuk ISIS secara dejure telah mengangkangi kedaulatan negara dan keluar dari Indonesia.

Menanamkan nilai luhur Pancasila dan semangat nasionalisme generasi muda menjadi materi yang dipaparkan oleh pembicara ketiga, Andra Ashadi dari DPD JAMAN NTB.

Menurutnya, Indonesia mengalami pasang surut keadaan yaitu masa pahit dan masa keemasan. Indonesia pernah menjadi negara yang diperhitungkan di kancah Internasional. Indonesia pernah menjadi negara terkuat di Asia. Itu semua tidak dengan mudah mencapainya. Dalam situasi sekarang, Indonesia dalam situasi ancaman perpecahan, kedaulatan NKRI mulai tercabik-cabik oleh kepentingan yang berkedok agama.

Untuk itu, Andra Ashadi mengajak generasi muda mulai dari tingkat bawah dan dari unit terkecil, memperkuat kembali semangat nasionalisme dengan memegang teguh nilai-nilai luhur Pancasila serta mempersempit ruang bagi kelompok yang ingin mengangkangi ideologi yang sudah menjadi jiwa bangsa dan tidak dimiliki bangsa lain di dunia.

Andra Ashadi menyebut bahwa ajaran yang terkandung dalam Pancasila sedikitpun tidak ada yang bertentangan dengan ajaran agama apapun di Indonesia. Terutama dengan ajaran Agama Islam sebagai Agama yang mayoritas di Indonesia.

Pendapat yang dilontarkan oleh masing-masing perwakilan juru bicara kelompok peserta diskusi, semuanya memiliki pandangan yang sama terkait rencana kepulangan eks ISIS asal Indonesia.

Ketua Kelompok Jihad Pancasila Bintaro dengan tegas menyatakan bahwa orang-orang yang bergabung ke ISIS itu adalah penghianat bangsa yang nyata sehingga tidak ada tempat lagi di Indonesia. ‘’Kami dari warga Bintaro menolak dengan tegas eks ISIS pulang ke Indonesia,’’ katanya.

Menyusul pendapat yang disampaikan Ketua LMND NTB dengan lantang menyatakan, ada 2 tipe penghianat bangsa yaitu kelompok yang merampas hak-hak rakyat seperti kaum konglomerasi yang monopoli kekayaan, serta yang kedua kelompok yang mengangkangi kedaulatan bangsa seperti yang tergabung dalam ISIS.

Untuk itu, LMND berpandangan bahwa saatnya rakyat melawan kesewenangan dan konspirasi penguasaan ekonomi oleh kelompok konglemerasi, baik itu oleh para pengusaha maupun para penyelenggara negara. Dan sikap LMND terhadap eks ISIS, dengan tegas menolak kepulangannya.

Selepas itu, Pimpinan HIMMAH NW juga menyatakan, bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Maka, Pancasila jantung negara dan segala produk hukum dan perundang-undangan akan mengatur pemerintah atau rool of low, akan tetapi pemerintah mengatur hukum. Artinya bahwa UU hanyalah produk politik.

Terhadap eks ISIS, HIMMAH NW berpandangan bahwa mereka selama berada di markas ISIS tentu banyak membicarakan kejelekan bangsa. Dan sekap mereka adalah bagian dari penghianatan. Semua bentuk penghianan bangsa apapun namanya, tentu negara harus bersikap dan bertindak tegas. ‘’Kita ini negara hukum dan memiliki kedaulatan yang harus dijujung tinggi,’’ katanya.

Dalam kesempatan terakhir dari perwakilan anggota Balai Pancasila Lombok diwakili oleh I Nyoman Jelantik menyampaikan pandangannya bahwa kondisi Indonesia jika dilihat dari tatanan demokrasi sudah benar, namun karut-marut Indonesia dalam pelaksanaan demokrasi yang masih terjadi pelacuran politik yang murahan sehingga terakumulasi menjadi sebuah sikap anak bangsa yang merasakan ketimpangan keadilan. ‘’Terjadi korupsi berjamaah, mempersulit kita sampai kepada tujuan reformasi,’’ katanya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here