Cegah Stunting Sejak Dini, Ketua PKK NTB Turun Edukasi Masyarakat

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat turun ke Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat turun ke Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sedang giat-giatnya mengedukasi masyarakat guna bersama-sama mencegah stunting. Berbagai program untuk menurunkan angka stunting itu telah digagas. Di antaranya; Posyandu Keluarga, Minum TTD dalam Kegiatan Aksi Bergizi, sarapan bersama, Generasi Emas NTB, Gerakan Buang Air Sembarangan Nol dan Da’i Kesehatan.

Untuk menyukseskan program tersebut, Pemprov NTB tidak sendiri. Berbagai pihak memberikan dukungan sehingga misi NTB Sehat dan Cerdas dapat terwujud. Salah satu yang terlibat dalam menyukseskan agenda ini adalah Tim Penggerak (TP) PKK NTB.

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati langsung turun ke desa dan dusun untuk mengedukasi dan mengampanyekan pola hidup sehat. Terutama edukasi pencegahan stunting bagi para orang tua, anak dan remaja. Misalnya pada hari ini, Jumat (13/3), istri Gubernur NTB itu bertandang ke Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Di halaman kantor desa setempat, Hj Niken bersama sejumlah pengurus TP PKK dari seluruh kabupaten/kota se-NTB memberikan motivasi serta mengajak masyarakat untuk mencegah stunting sejak dini.

‘’Anak gadis yang masih muda-muda yang akan menjadi calon ibu juga harus diperhatikan asupan gizi dan kesehatannya. Mereka harus dididik menjadi calon ibu yang baik, bertanggung jawab. Sehingga anak-anak pun nanti bisa terhindar dari masalah stunting, karena masalah stunting itu dimulai sejak dalam kondisi ibu hamil,’’ kata Hj Niken di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Kalau anak-anak perempuan itu tidak dididik dan tidak diberikan pemahaman untuk menjadi calon ibu yang baik serta tidak sehat, maka potensi untuk melahirkan anak yang tidak sehat bisa terjadi. Karena itu, kata Hj Niken, pencegahan stunting, di samping menerapkan pola hidup sehat, juga perlu dukungan dan kerja sama semua pihak.

‘’Tidak mungkin Pak Kades, Pak Camat, TP PKK, dan aparat saja yang melakukan. Perlu dukungan semua yang ada di sini. Karena tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak,’’ ujarnya sembari mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan. Karena ikan memiliki sumber protein yang tinggi. Setidaknya sekali dalam sehari.

Sementara itu, Kepala Desa Mertak, Satria melaporkan, jumlah stunting di desanya sebanyak 105 orang. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2019 lalu yang mencapai 117 orang. ‘’Masalah stunting itu bukan hanya masalah makanan. Bisa saja dari gangguan psikologisnya, karena ditinggal meninggal dunia oleh orang tuanya. Atau karena orang tuanya ke luar daerah. Jadi, bukan hanya kekurangan makanan semata,’’ katanya.

Ia berharap, semua komponen masyarakat dan pemerintah dapat bergotong royong menanggulangi masalah stunting tersebut. Mulai dari Pemprov NTB hingga dusun dan RT.

Pada kesempatan tersebut, Hj Niken menyerahkan bibit tanaman sayur-sayuran kepada masyarakat. Tidak hanya bibit, Ketua Forikan NTB itu juga menyerahkan makanan asupan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here