Gempa Tektonik M 6,6 di Selatan Bali, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo M=6,6 yang terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali – Nusa Tenggara (Nusra) pada Kamis (19/3) sekitar pukul 00.45.38 WIB atau sekitar pukul 01.45.38 Wita.
Gempa bumi dengan magnitudo M=6,6 yang terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali – Nusa Tenggara (Nusra) pada Kamis (19/3) sekitar pukul 00.45.38 WIB atau sekitar pukul 01.45.38 Wita.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali – Nusa Tenggara (Nusra) diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis (19/3), sekitar pukul 00.45.38 WIB atau sekitar pukul 01.45.38 Wita. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Mw=6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 11.4 LS dan 115.04 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 305 km arah Selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 55 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

‘’Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Kuta, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu),’’ kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).

Rahmat Triyono menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Dan hingga Kamis (19/3) pukul 01.04 WIB atau pukul 02.04 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

‘’Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,’’ ujarnya sembari mengatakan, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here