M16: PDIP Perlu Jajaki Parpol Alternatif di Pilkada Kota Mataram

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Koalisi PDI Perjuangan dan PKS di Pilkada Kota Mataram yang konon mengusung paket Hj Putu Selly Andayani – TGH Abdul Manan dinilai baru sebatas tebar pesona. Mengingat hal itu belum riil dan pasti.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 memprediksi kemungkinan langkah dua partai politik (Parpol) itu akan berubah mendekati masa pendaftaran calon. Untuk itu, tak ada salahnya  PDI Perjuangan untuk menjajaki parpol alternatif untuk memperkuat karakter politik Hj Putu Selly Andayani.

M16 juga menilai koalisi PDIP-PKS di Pilkada Kota Mataram akan menjadi warna baru peta politik. Di mana, dua parpol besar dengan ‘’mahzab’’ berbeda bisa bersatu mendukung pasangan yang sama. ‘’Kalau ini terjadi sangat bagus. Tapi masalahnya sampai sekarang kan belum jelas. PDIP sudah oke, tapi PKS kan belum ada rekomendasi. Pertanyaan kemudian siapa yang diuntungkan dengan situasi ketidakjelasan ini?,’’ kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Rabu (25/3).

Pria yang akrab disapa Didu itu memaparkan, koalisi PDIP-PKS di sejumlah Pilkada di NTB sudah sempat mencuat dan hangat di media. Sejumlah pertemuan silaturahmi Ketua DPD PDIP Provinsi NTB, H Rachmat Hidayat dan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang juga petinggi PKS, juga semakin memperkuat hal itu.

Hanya saja, hingga saat ini keseriusan yang mengikat nampaknya hanya dilakukan PDIP yang sudah menerbitkan surat rekomendasi. Sementara PKS belum jelas. ‘’Dalam posisi saat ini PKS harus gentle. Terbitkan juga rekomendasi, jangan abu-abu dan membuat ambigu,’ ujarnya.

Didu mengatakan, PDIP juga sudah saatnya melakukan pendekatan dan membuka ruang politik untuk partai lain di Pilkada Kota Mataram. Hal ini untuk menjaga kemungkinan bila akhirnya nanti koalisi PDIP dan PKS tak terealisasi.

Parpol Kawan Sekutu

Didu menjelaskan, PDIP perlu menggalang dukungan politik menambah parpol kawan sekutu sebagai upaya memperkuat citra sekaligus melebarkan basis konstituen untuk antisipasi dini. Seandainya koalisi PDIP dan PKS fix dan firm sebagai paslon (pasangan calon), maka keberadaan parpol lain tetap penting dan strategis menjadi perekat sekaligus menambah dukungan agar makin aware di mata publik.

Didu mengulas sepintas koalisi PKS dan PDIP dari sisi show of politik sebagai pilihan taktik yang cerdik dari sisi hubungan simbiosis mutualisme. Meskipun demikian apakah persekutuan politik ini kemudian dipahami tujuan strategisnya oleh pemilih dan loyalis votternya di Kota Mataram? Mengingat kedua partai ini  memiliki basis pemilih yang berbeda karakter secara politik. ‘’Jika tidak dimanage dan dimaintance dengan baik, tidak tertutup akan menjadi blunder bahkan mudah di-insureksi-kepentingan politik lain,’’ katanya.

Didu mengatakan letak urgensinya koalisi PDIP dan PKS perlu menambah parpol sekutu politik selain untuk menutup celah kepentingan politik lain memainkan sentimen atas nama perbedaan mazhab. Keberadaan parpol lain ini tentu akan menjadi buffer atau peredam sekaligus vote getter mendulang suara pemilih lainnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply