Hari Ini, Pasukan Melawan Covid-19 Lotim Buka 3 Pangkalan Perang

Suasana rapat Gugus Pengendali Covid-19 Lotim, di Pendopo Bupati Lotim, Selasa (31/3).

Oleh: Lalu M. Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sejak Panglima Perang Covid-19 Lombok Timur yang diambil alih oleh Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy selaku Ketua Gugus Penanganan menabuh gendrang perang melawan virus ganas itu dan nyaris tak sempat berpikir masalah lain. Buktinya, semua elemen Pemerintah Kabupaten Lotim dan Forkopimda fokus menyusun strategi jitu dalam upaya melumpuhkan musuh yang namanya Virus Corona tersebut.

Setelah Senin kemarin (30/3) Tim Gugus Pasukan Pengendali menggelar rapat terbuka di lapangan depan kantor Bupati Lotim, hari ini, Selasa (31/3) kembali menggelar rapat pasukan di Pendopo Bupati Lotim yang dipimpin langsung Komandan Pertama HM Sukiman Azmy yang dihadiri Dandim 1615/Lotim, Letkol Inf Agus Prihanto Dony; Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio; Sekda Lotim, HM Juaini Taofik; Kalak BPBD Lotim,  Purnama Hadi; Kepala Dikes Lotim, H Hasbi Santoso, dan sejumlah kepala OPD dan Danramil se-Lotim.

Dalam pertemuan hari ini, semua pihak bersepekat bahwa penyerbuan musuh Covid-19 tidak hanya konsentrasi dalam wilayah pertahanan semata, namun hari ini dinyatakan mulai melakukan ekspansi serangan menyasar objek-objek vital seperti bandara dan beberapa pelabuhan laut, baik pelabuhan besar maupun pelabuhan tikus, semua harus disasar di dalam maupun di luar wilayah pertahanan.

Dalam ekspansi itu, para petinggi perang yang terdiri dari 3 elemen di antaranya Komandan Kodim, Kapolres dan Kepala Dinas Kesehatan usai rapat langsung melakukan ekspedisi menuju sejumlah objek vital yaitu Bandara Lombok International Airport (LIA), Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) dan Kayangan, Lombok Timur (Lotim). Mereka melakukan koordinasi dengan pihak otoritas Bandara LIA dan otoritas Pelabuhan Lembar untuk membuka pangkalan perang sebagai tempat pengintaian musuh alias Posko Screning pendeteksian dan penanganan warga asal Lotim yang baru datang dari luar negeri atau luar daerah.

Tim yang akan bertugas pada setiap Posko telah diputuskan melalui rapat maraton di Pendopo sebagai markas utama, terdiri dari 3 unsur yakni TNI 2 orang, Polri 2 orang dan 3 orang tenaga medis bersenjata lengkap berupa peralatan medis dan Alat Pelindung Diri (APD).

Tidak hanya itu, rapat juga memutuskan bahwa tidak ada lagi warga Lotim yang baru datang diperbolehkan dijemput pihak keluarga melainkan harus dijemput pihak pemerintah. Dalam hal ini, Dinas Perhubungan Lotim bekerja sama dengan Damri untuk mobilisasi penjemputan warga, baik di Bandara LIA atau di pelabuhan laut. Mobilisasi penjemputan ini disiagakan 24 jam.

Kalak BPBD Lotim, Purnama Hadi dan Kepala Dikes Lotim, H Hasbi Santoso mengeluarkan keterangan yang sama untuk penanganan warga yang baru datang yaitu masing-masing harus dilakukan pemeriksaan. Jika masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), maka akan diantar ke rumahnya dan tetap melakukan isolasi secara mandiri. Namun, jika ada gejala maka harus masuk dalam karantina dan dibawa oleh petugas ke tempat karantina yang telah disiapkan yaitu Rusunawa di Kayangan.

Namun sebelum semua pihak bergerak pada tugas masing-masing, Panglima Perang Bupati Sukiman Azmy pada penghujung rapat sempat memberikan siraman rohani sebagai penyemangat kepada para penyerang garda depan. Bupati menyatakan bahwa, semua ini adalah tugas suci, mari bekerja ikhlas dengan dada lapang, hati dan pikiran jernih, jihad untuk ummat, dan jangan lalaikan sholat di tengah-tengah kesibukan melawan Covid-19 yang sangat mengancam jiwa ini.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply